Legal Analysis of the Appointment of Guardians for the Protection of Minors Based on a Will in Indonesian Civil Law

A Study of Court Decision No. 184/Pdt.G/2022/PN Medan

Authors

  • Sulastri Febriana Purba Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Janpatar Simamora Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Ria Juliana Siregar Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas HKBP Nommensen Medan

DOI:

https://doi.org/10.24252/al-risalah.vi.66045

Keywords:

Minors, Child Protection, Wills, Guardianship, Judge’s Consideration

Abstract

Minors are legally considered incapable of performing legal acts and therefore require legal protection through guardianship. In civil law, guardianship functions as a substitute for parental authority over children who are not under the care of their parents, including the management of the child’s personal and property interests. One form recognized in Indonesian civil law is testamentary guardianship, namely the appointment of a guardian through a will. However, in practice, the implementation of testamentary guardianship does not always align with the best interest principle of the child, particularly when the guardian’s authority may potentially affect the protection of the child’s rights and assets. This study aims to analyze the legal validity of testamentary guardianship and examine the judge’s legal considerations in determining guardianship in Medan District Court Decision Number 184/Pdt.G/2022/PN.Mdn. The research employs normative legal research using statutory, conceptual, and case approach methods. Primary legal materials include provisions of the Indonesian Civil Code concerning guardianship, while secondary materials consist of legal doctrines and relevant scholarly literature. The findings indicate that the appointment of a guardian through a will is not absolute and must be assessed against the best interest principle. Judges evaluate several factors, including the legal validity of the will, the moral integrity and responsibility of the proposed guardian, and the emotional relationship between the guardian and the child. This article contributes to the development of civil law discourse by highlighting the limitations of testamentary guardianship in practice and emphasizing that guardianship should function primarily as a mechanism of child protection, rather than merely as a legal instrument for controlling or managing the child’s assets.

References

Books

Amir, H, J. (2022). Peradilan Anak. Surakarta: Penerbitan Baskara Media.

Harahap, Y. (2003). Kedudukan, Kewenangan dan Acara Peradilan Agama, Jakarta: Sinar Grafik.

Kulffal, HMA. (2012). Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Hakim: Antara Gaji, Keadilan, Kejujuran, dan ketaqwaan. Malang:UMM Press.

Mertokusumo sudikno. (2002). Hukum Waris Indonesia, Yogyakarta: Liberty.

Muhammad, D. A. (2009). Hukum Perdata Islam, Jakarta: Sinar grafika.

Nikmah Rosidah, (2019). Sistem Peradilan Pidana Anak. Bandar Lampung. Unila.

Nomensen Sinamo, Hendri Jayadi. (2024). Hukum Perlindungan Anak, Jakarta: Jala Permata Aksara.

Soedharyo Soimin. (2010). Hukum Orang dan Keluarga, Jakarta: Sinar Grafika.

Sajitu Thalib. (2000). Hukum Kewarisan Islam diIndonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Sugiono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, fsn R&D. Bandung: Alfabeta.

Soerjono Soekanto.(2002). Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: IU Press.

Suberti. (2023). Pokok- Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.

Journals

Alexsander. Clif. Ida, K. (2022). Perwalian dan Permasalahannya. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 5(3).

Ahmad, Jayadi. (2023). Prospek Legislasi Hukum Kewarisan, Hibah dan Wasiat. Jurnal Constitutional Law Review, 2(1).

Arkan, Mohammad, H. (2020). Notaris dalam membuat akta wasiat yang bertentangan dengan kompilasi hukum Islam (studi akta notaris nomor 12 tanggal 27 oktober 1984 tentang wasiat). Lex Renaissance, 5(3).

Aditya, P., & Lukmanul, H. (2024). Pertimbangan Hakim Terhadap Dispensasi Persyaratan Umur Pernikahan yang Diajukan Anak di Bawah Umur Karena Alasan Agama (Studi Putusan Nomor 38/Pdt. P/2023/PA. Prw). Journal of Law, Education and Business, 2(1).

Djumati. Nathalia, J. (2018). Penentuan Hak Perwalian Aanak Akibat Perceraian Menurut Undang-Undang Nomor 1 Thaun 1974 Tentang Perkawinan. Jurnal Lex Privatum, 6(4).

Esther, M. Gusmawati. Kartika. & Otih Handayani. (2023). Pertanggungjawaban Wali Dalam Menjalankan Kekuasaan Terhadap Harta Anak Di Bawah Umur Setelah Berakhirnya Perwalian. Jurnal Hukum Sasana, 9(1).

Faqih, Aunur, R. (2013). Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia, 3(1).

Ilyas. (2011). Perlindungan Hukum Terhadap Anak yang Dibawah Umur Akibat Kehilangan Orang Tua. Kanun Jurnal Hukum, 13(2)

Ishak. (2017). Perwalian Menurut Konsep Hukum Tertulis di Indonesia. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 19(3).

Idami, Zahratul. Tanggung jawab wali terhadap anak yang berada di bawah perwaliannya (suatu penelitian di Kota Banda Aceh). Jurnal Dinamika Hukum, 12(1).

Kudunun Tirsa. Penetapan Pengadilan Mengenai Penunjukan Wali Anak. Jurrnal Lex et Societatis, 2(6).

Kostarika, O. S., & Simamora, J. (2025). Ahli Waris Berkewarganegaraan Asing Terhadap Harta Warisan Berupa Tanah Hak Milik Pewaris Berkewarganegaraan Indonesia. AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengapdian Masyarakat Indonesia, 4(1).

Marbun, N., & Simamora, j. (2025). Tanggung Jawab Ayah Atas Nafkah Anak Dalam Perceraian. Jurnal Ratio Emas Data Dalam Ringkasan, 5(2).

Mohd, Yusuf. D. M, dkk. Kejahatan Anak Dibawah Umur dari Aspek Sosiologi Hukum. Jurnal Ilmu Hukum The Juris, 6(1).

Merchiano, R. (2023). Analisis Hukum dalam Penetapan Pengadilan Agama tentang Perwalian Anak Kandung yang Masih di Bawah Umur. Lex Stricta: Jurnal Ilmu Hukum, 2(1).

Neman, Heidy Amelia. (2021). Pertanggungjawaban Hukum Wali Tidak Melaksanakan Kewajiban Pada Anak Di Bawah Perwaliannya". Jurnal Ilmu Hukum: ALETHEA, 4(2).

Sembiring, T., & Muhammad I. (2024). Analisis KUHPerdata pasal 345 Terhadap Permohonan Perwalian atas Anak dari Saudara Kandung ( Study Putusan Nomor 375/Pdt.P/2023/PA. SGM). Terang: jurnal kajian ilmu sosial, politik dan hakim, 1(2).

Widya, et al. (2016). Perwalian Terhadap Pengurusan Harta Anak Di Bawah Umur (Studi Penetapan Pengadilan Agama Binjai). USU Law Journal, 4(3).

Legislation

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Perubahaan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Syarat dan Tata Cara Penunjukan Wali.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ( KUHPerdata).

Downloads

Published

2026-03-08

How to Cite

Sulastri Febriana Purba, Janpatar Simamora, & Ria Juliana Siregar. (2026). Legal Analysis of the Appointment of Guardians for the Protection of Minors Based on a Will in Indonesian Civil Law: A Study of Court Decision No. 184/Pdt.G/2022/PN Medan. Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 571–589. https://doi.org/10.24252/al-risalah.vi.66045

Issue

Section

Artikel