Criminalization of Public Policy Without Mens Rea in Corruption Offenses

A Case Study of Sugar Import Policy

Authors

  • Nynda Fatmawati Octarina Universitas Narotama
  • Leonardo Benito Maspaitella Universitas Narotama

DOI:

https://doi.org/10.24252/al-risalah.vi.66450

Keywords:

Hukum Pidana Positif, pidana, studi kasus

Abstract

Criminal liability is grounded in the principle of geen straf zonder schuld, which requires the presence of both actus reus and mens rea to establish guilt. However, in the enforcement of corruption law in Indonesia, evidentiary practices tend to prioritize state financial losses and abuse of authority, often sidelining the assessment of the perpetrator’s mental element. This reveals a critical gap between doctrinal principles and judicial practice, particularly in cases involving public policy decisions. This study aims to examine the position of mens rea in the evidentiary framework of corruption crimes and to analyze the criminal liability of public officials in the absence of proven intent, as reflected in the sugar import policy case. Using normative legal research with statutory, conceptual, and case approaches, this study analyzes Decision of the Central Jakarta District Court Number 34/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt.Pst. The findings indicate that although mens rea in Indonesian criminal law is doctrinally reflected through intent and negligence, judicial reasoning in corruption cases tends to adopt a formalistic approach by emphasizing procedural violations and state losses. This study argues that such an approach leads to the criminalization of public policy in the absence of proven culpability. The novelty of this research lies in its critique of the shift from a culpability-based system toward a loss-based liability model in corruption cases. It concludes that state losses arising from policy decisions without intent to unlawfully benefit should be understood as occupational risks rather than grounds for criminal punishment, thereby reaffirming the centrality of mens rea in criminal liability.

References

Books

Ibrahim, H. R., & Halkam, H. (2021). Perdagangan Internasional & Strategi Pengendalian Impor. Jakarta: Lembaga Penerbitan Universitas Nasional (LPU-UNAS).

Idris, M. F. (2023). Konsep Dasar Hukum Pidana: Jilid I. Semarang: Yayasan Prima Agus Teknik.

La Dee, M. (2024). Hukum Pembuktian Dalam Perkara Pidana. Medan: PT Media Penerbit Indonesia.

Moro Asih, M., dkk. (2025). Dasar-Dasar Hukum Pidana. Padang: CV. Lauk Puyu Press.

Purnama, I. K. A. (2023). Pembaruan Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Bandung: PT Refika Aditama.

Sanjaya, A. W. (2023). Ajaran Kesalahan Dalam Hukum Pidana. Depok: Raja Grafindo Persada.

Suparji. (2014). Pengaturan Perdagangan Indonesia: Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Jakarta: UAI Press.

Waluyo, B. (2023). Hukum Pidana Dan Peradilan Pidana. Jakarta: LPPM Press.

Journals

Aji, A. D. (2024). Analisis Yuridis Hukum Pidana Dan Hukum Administrasi Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Perspektif Critical Legal Studies. Lex Renaissance, 9(2), 309-332. https://doi.org/10.20885/JLR.vol9.iss2.art4

Alviolita, F. P., & Arief, B. N. (2019). Kebijakan Formulasi Tentang Perumusan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Di Indonesia. Law Reform, 15(1), 130-148.

Ar, A. M., Wirda, W., Rusbandi, A. S., Zulhendra, M., Bahri, S., & Fajri, D. (2024). Peran Niat (Mens rea) Dalam Pertanggungjawaban Pidana Di Indonesia. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 240-252. https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.140

Awaludin, A. (2019). Menguji Pertimbangan Mens rea Dalam Pemidanaan Kasus Korupsi. Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma, 21(1).

Balya, H., Syukran, M. Z., & Abrar, A. (2025). Peran Mens rea Dalam Sistem Hukum: Analisis Hubungan Dengan Prinsip Etika Dan Keadilan. As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan, 14(1), 99-107.

Busroh, H. F. F. (2016). Pembuktian Terbalik Dalam Tindak Pidana Korupsi. To-Ra, 2(2), 335-352. https://doi.org/10.33541/JtVol5Iss2pp102

Fadlian, A. (2020). Pertanggungjawaban Pidana Dalam Suatu Kerangka Teoritis. Jurnal Hukum Positum, 5(2), 10-19.

Fathuddin, F. (2015). Tindak Pidana Korupsi (Dugaan Penyalahgunaan Wewenang) Pejabat Publik (Perspektif Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan). Jurnal Cita Hukum, 3(1), 95-370.

Fridawati, T., etc., (2024). Perkembangan Teori Pertanggungjawaban Pidana Di Indonesia: Kajian Pustaka Terhadap Literatur Hukum Pidana. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 317-328.

Haga, C. S. L., & Adhari, A. (2026). Penghapusan Unsur Merugikan Keuangan Negara: Sinkronisasi Undang-Undang Tipikor Dengan UNCAC. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan & Sosial Keagamaan, 5(1).

Herang, A. R. P. (2025). Analisis Unsur Perbuatan Pidana Dalam Kasus Korupsi Impor Gula Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. Jurnal Analisis Hukum, 8(2), 177-192. https://doi.org/10.38043/jah.v8i2.7028

Hukunala, S. V., & Ajawaila, D. P. (2023). Korupsi Sebagai Kesalahan Administratif Yang Menimbulkan Kerugian Keuangan Negara. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 8(1), 82-89.

Jalil, R. (2024). Dinamika Kebijakan Impor Gula: Perspektif Good Governance Dalam Pengambilan Keputusan Oleh Menteri Perdagangan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(6), 7057-7066.

Kasman, M. (2025). Tuduhan Pelanggaran Wewenang Dalam Kasus Korupsi Tom Lembong: Perspektif Hukum. Locus Journal Of Academic Literature Review, 4(3), 168-176.

Kurdi, K., Ardhan, A., & Dadek, T. A. (2025). The Relevance of The Principle of No Criminal Punishment Without Fault (Geen Straf Zonder Schuld) in Corporate Criminal Liability in Indonesia. Jurnal Mercatoria, 18(2), 209-218.

Laila, N., Fatonah, M., & Rahmah, N. (2025). Seberapa Penting Terpenuhinya Unsur Mens rea Dalam Penetapan Perkara Pidana Pada Kasus Korupsi Di Indonesia. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 10(12).

Langkay, J. G., Mawuntu, R. J., & Pinasang, D. R. (2023). Kajian Hukum Pelampauan Batas Kewenangan Pejabat Administrasi Yang Bertentangan Dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan. Lex Administratum, 11(4).

Mahaputra, I. N. T. W., & Laela, S. (2025). Pertanggungjawaban Hukum Pejabat Negara Dalam Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia. Decisio: Law Journal, 2(1), 7-12.

Mallarangeng, A. B., & Ali, I. (2023). Pembuktian Unsur Niat Dikaitkan Dengan Unsur Mens rea Dalam Tindak Pidana Korupsi. Legal Journal Of Law, 2(2), 11-24.

Mandagi, S. (2021). Pemidanaan Percobaan Kejahatan Dalam Delik Aduan. Lex Crimen, 10(13).

Miru, G. V., Nirahua, S. E. M., & Wadjo, H. Z. (2023). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Jabatan Dalam Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang Dan Jasa. Pattimura Legal Journal, 2(2), 74-1.

Mutaqqin, A. (2024). Telaah Asas Geen Straf Zonder Schuld Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Atas Tindak Penipuan Melalui Modus Ritual Mistis. Jurnal Peradaban Hukum, 2(2), 58-61.

Nurhayati, R., & Gumbira, S. W. (2017). Pertanggungjawaban Publik Dan Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 6(1), 41-66. https://doi.org/10.25216/jhp.6.1.2017.41-66

Oktafianto, W. D., Kristiawanto, K., & Nainggolan, M. (2025). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Turut Serta Dalam Tindak Pidana Korupsi Penerimaan Suap Oleh Hakim. Cendekia: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, 2(2), 274-286.

Prastowo, R. B. B. (2006). Delik Formil/Materiil, Sifat Melawan Hukum Formil/Materiil Dan Pertanggungjawaban Pidana Dalam Tindak Pidana Korupsi: Kajian Teori Hukum Pidana Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi RI Perkara Nomor 003/PUU-IV/2006. Jurnal Hukum Pro Justitia, 24(3).

Ramadani, R., Febriyanti, E. P., Putri, S. A. S., Ramadhan, M. F., Hasmidyani, D., & Budiman, M. A. (2024). Analisis Kebijakan Tarif Impor Gula Terhadap Permintaan Gula Di Indonesia. Journal Of Business Technology And Economics, 1(2), 79-85.

Saputra, M. R., & Hilyatunisa, N. (2025). An Analysis Of Judicial Considerations Of The Capitalist Economy In The Tom Lembong Case. 3(3), 303-315. https://doi.org/10.59653/jplls.v3i03.1852

Suhenriko, M. (2023). Implementasi Teori Hierarki Hans Kelsen Terhadap Perumusan Kebijakan Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 64-71.

Susanto, J., Solehah, S. M., Rahma, D. L., & Ilmanta, R. A. (2024). Implementation Of Criminal Responsibility For The Press From The Theory Perspective Of Paul Johann Anselm Von Feuerbach: Implementasi Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pers Dari Perspektif Teori Paul Johann Anselm Von Feuerbach. Al-Musthalah: Jurnal Riset Dan Penelitian Multidisiplin, 1(2), 238-261.

Valentine, V. L., Eskanugraha, A. P., Purnawan, I. K. W. A., & Sasanti, R. S. B. (2023). Penafsiran Keadaan Tertentu Dalam Tindak Pidana Korupsi: Perspektif Teori Kepastian Hukum. Jurnal Anti Korupsi, 13(1), 14-27.

Legislation

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 34/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt.Pst.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (Online). (2025). Tanggung jawab. Diakses 20 Januari 2025, dari https://kbbi.web.id/tanggung%20jawab.

Pamujiningsih, U. Melihat Batas Kesalahan Administrasi, Maladministrasi Dan Tindak Pidana Korupsi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. Rechtsvinding: Publikasi Ilmiah Hukum dari Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum Republik Indonesia. https://rechtsvinding.bphn.go.id/articles

Perwira, P. C. A. (2024). Konsep Kerugian Keuangan Negara Dalam Tindak Pidana Korupsi Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 (Tesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang). Semarang: Universitas Islam Sultan Agung.

Downloads

Published

2026-05-18

How to Cite

Octarina, N. F., & Maspaitella, L. B. (2026). Criminalization of Public Policy Without Mens Rea in Corruption Offenses: A Case Study of Sugar Import Policy. Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 1165–1179. https://doi.org/10.24252/al-risalah.vi.66450

Issue

Section

Artikel