Penataan Identitas Wilayah dan Pelestarian Sejarah melalui Papan Tanda RT/RK, Papan Nama Masjid, dan Rehabilitasi Tugu Bambu Kuning di Limbua
Keywords:
Identitas wilayah, Papan tanda RT/RK, Papan nama masjid, Tugu bersejarah, Pendekatan partisipatifAbstract
Di Limbua, rumah ketua rukun tetangga dan rukun kampung belum dilengkapi papan tanda, masjid belum memiliki papan nama sejak awal berdiri, dan Tugu Bersejarah Bambu Kuning Ujung Gowa kurang terawat serta minim sosialisasi nilai sejarahnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mempermudah administrasi kependudukan dan identifikasi wilayah, memberikan identitas resmi bagi masjid, serta merawat tugu bersejarah agar nilai sejarahnya kembali dikenal masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Agustus–19 September 2026 melalui pendekatan partisipatif, meliputi survei lokasi, koordinasi dengan aparat dan tokoh setempat, penentuan desain, pembuatan dan pemasangan papan, serta gotong royong perbaikan dan pengecatan tugu. Hasil kegiatan berupa tersedianya papan tanda rumah ketua rukun tetangga dan rukun kampung di seluruh wilayah Limbua, papan nama masjid untuk pertama kalinya, dan tugu yang telah direhabilitasi. Kegiatan ini memudahkan warga dan pendatang mengenali batas wilayah dan lokasi masjid serta menumbuhkan kembali kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap warisan sejarah. Program layak dilanjutkan melalui perawatan rutin oleh aparat, pengurus masjid, dan masyarakat setempat.
References
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Asmi, N., Ramadhani R, A. U., Sasma, P. A., Fitriani, U., Muhsin, & Khairuddin. (2025). Menumbuhkan kecintaan berbahasa Arab: Sebuah model pengabdian masyarakat berbasis partisipasi di madrasah. Darul Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 49–60. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/darulkhidmah/article/view/63277
Bowen, J. R. (1986). On the political construction of tradition: Gotong royong in Indonesia. The Journal of Asian Studies, 45(3), 545–561. https://doi.org/10.2307/2056530
Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90141-3
Hasradina, Said, L. Y., Marwati, & Wahyudi, A. (2026). Pembentukan budaya berbahasa Arab dalam kehidupan santri Pesantren Syekh Hasan Yamani. Tumanurung: Jurnal Sejarah dan Budaya, 6(3), 1–17. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tumanurung/article/view/70427
Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community’s assets. ACTA Publications.
Lewicka, M. (2008). Place attachment, place identity, and place memory: Restoring the forgotten city past. Journal of Environmental Psychology, 28(3), 209–231. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2007.11.001
Lynch, K. (1960). The image of the city. MIT Press.
Maisyarah, N., Septiani, D., Melati, M., Nurfadillah, S., Sahriani, Al Faqih, Q., Al Fatih, Q., & Rahman R, A. (2026). Optimalisasi pelayanan administrasi pernikahan melalui pendampingan mahasiswa praktik kerja lapangan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Darul Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 11–20. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/darulkhidmah/article/view/63288
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. (2007). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan.
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa.
Nora, P. (1989). Between memory and history: Les lieux de mémoire. Representations, 26, 7–24. https://doi.org/10.2307/2928520
Proshansky, H. M., Fabian, A. K., & Kaminoff, R. (1983). Place-identity: Physical world socialization of the self. Journal of Environmental Psychology, 3(1), 57–83. https://doi.org/10.1016/S0272-4944(83)80021-8
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Ramadhan, M. A., Syam, A. S., Yuniar, D., Zahara, R., Mansyur, N., Haikal, P., Alhabsy, S. N. F., & Rahman R, A. (2025). Implementasi program pengabdian mahasiswa pada bidang administrasi keagamaan di Kementerian Agama Kabupaten Gowa. Darul Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 61–70. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/darulkhidmah/article/view/63278
Relph, E. (1976). Place and placelessness. Pion.
Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Ridhatullah, M. A., Limpo, M., Marwati, Said, L. Y., Harisah, A., Abduh, M. N., & Wahyudi, A. (2025). Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui bimbingan belajar bahasa Arab sehari-hari dalam program pengabdian masyarakat MBKM di Pondok Pesantren Babussalam Arrahmah Gowa. Darul Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–13. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/darulkhidmah/article/view/63272
Scannell, L., & Gifford, R. (2010). Defining place attachment: A tripartite organizing framework. Journal of Environmental Psychology, 30(1), 1–10. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2009.09.006
Smith, L. (2006). Uses of heritage. Routledge.
Suardi, N. I., Farhan, M., Pallawagau, B., Abunawas, K., Saleh, M., & Muhsin. (2026). Implementasi program pengabdian mahasiswa pada bidang sumber daya pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan. Darul Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 45–52. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/darulkhidmah/article/view/69641



