Contribution of Culturally Responsive Digital Learning Based on Indigenous Values in Students’ Mental Health

Authors

  • Henri Universitas Negeri Makassar
  • St. Junaeda Universitas Negeri Makassar
  • Tiara Nur'aini Universitas Negeri Makassar
  • Deasy Pasaribu Loyala University Chicago

DOI:

https://doi.org/10.24252/lp.2026v29n1i2

Keywords:

Culturally Responsive Digital Learning, Indigenous Values, Mental Health Resilience.

Abstract

Social media and digital technologies have a profound influence on adolescents’ mental health. Consequently, educational practices need to integrate technological innovation with cultural values to support students’ psychological well-being. This study aims to examine the contribution of Culturally Responsive Digital Learning (CRDL), grounded in indigenous values, to strengthening the mental health resilience of students at SMAN 1 Jeneponto in the era of social media. Amid increasing psychological pressures associated with rapid digital transformation, educational approaches that integrate technology with local cultural values have become increasingly relevant and necessary. The analytical framework of this study is based on Geneva Gay’s theory of Culturally Responsive Pedagogy, which emphasizes that students’ cultural identities and local wisdom constitute valuable resources that can function as protective factors and sources of emotional resilience. This study employed a descriptive qualitative approach to explore digital learning practices rooted in indigenous cultural values. Data validity was ensured through source triangulation, method triangulation, and member checking to enhance the credibility and trustworthiness of the findings. The results indicate that CRDL contributes significantly to students’ mental health resilience through five key dimensions. First, project-based digital learning activities, such as the creation of vlogs and podcasts, enhance students’ self-confidence by encouraging them to become active and empowered content creators rather than passive consumers. Second, the integration of cultural norms and etiquette fosters responsible and ethical behavior in navigating social media environments. Third, reinforcing culturally grounded conceptions of self-worth helps students reduce their dependence on superficial forms of digital validation, such as likes, comments, and follower counts. Fourth, learning activities centered on family interaction strengthen emotional bonds and reaffirm the family’s role as a primary source of support and psychological security. Fifth, educational practices that promote cultural diversity and mutual respect have proven effective in preventing cyberbullying and fostering positive social interactions in digital spaces.

Abstrak:

Media sosial dan teknologi digital memengaruhi kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, pembelajaran perlu mengintegrasikan teknologi dan nilai budaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi Culturally Responsive Digital Learning (CRDL) berbasis Indigenous Values dalam menguatkan mental health resilience (resiliensi kesehatan mental) siswa SMAN 1 Jeneponto di era media sosial. Di tengah tekanan psikologis akibat disrupsi arus digital, pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dan nilai budaya menjadi semakin relevan. Analisis penelitian ini menggunakan Teori Pedagogi Tanggap Budaya (Culturally Responsive Pedagogy) dari Geneva Gay yang menyatakan bahwa identitas dan kearifan kultural siswa merupakan aset kekuatan yang mampu menjadi jangkar pelindung emosional mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengeksplorasi praktik pembelajaran digital berbasis nilai lokal.  Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking untuk memastikan kredibilitas serta ketepatan interpretasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRDL berkontribusi signifikan melalui lima aspek. Pertama, pembelajaran berbasis karya digital seperti vlog dan podcast meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan mendorong mereka bertransformasi menjadi kreator yang berdaya. Kedua, internalisasi nilai tata krama budaya membentuk perilaku bijak bermedia sosial. Ketiga, penguatan esensi nilai diri membantu siswa agar tidak bergantung pada validasi digital yang semu, seperti likes dan followers. Keempat, tugas berbasis interaksi keluarga mempererat hubungan emosional, menjadikan keluarga sebagai sumber dukungan utama dan tempat bersandar yang hangat. Kelima, pembelajaran berbasis keberagaman budaya terbukti efektif dalam mencegah cyberbullying.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abacioglu, C. S., Volman, M., & Fischer, A. H. (2020). Teachers’ multicultural attitudes and perspective taking abilities as factors in culturally responsive teaching. British Journal of Educational Psychology, 90(3), 736–752. https://doi.org/10.1111/bjep.12328.

Alamsyah, T. P., Fathurrohman, M., & Rosmilawati, I. (2025). Culturally Responsive Teaching: A Systematic Review of Educational Practices and Implications. Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran, 9(1), 121–128. https://doi.org/10.23887/jipp.v9i1.91115.

Anggoro, L. S. (2025). Media Sosial dan Identitas Diri: Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Remaja di Era Digital. Jurnal Psikologi Insight, 9(1), 1–10. https://doi.org/10.17509/insight.v9i1.

Asrizal, Yurnetti, & Usman, E. A. (2022). Ict Thematic Science Teaching Material with 5e Learning Cycle Model to Develop Students’ 21st-Century Skills. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 11(1), 61–72. https://doi.org/10.15294/jpii.v11i1.33764.

Cahya, M. N., Ningsih, W., & Lestari, A. (2023). Dampak Media Sosial Terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja: Tinjauan Pengaruh Penggunaan Media Sosial Pada Kecemasan dan Depresi Remaja. Jurnal Sosial Dan Teknologi (SOSTECH), 3(8). https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v3i8.

Catur Pamungkas, Y., Moh Moefad, A., & Purnomo, R. (2024). Konstruksi Realitas Sosial di Indonesia dalam Peran Media dan Identitas Budaya di Era Globalisasi. Jayapangus Press Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(4), 28–36. https://doi.org/10.37329/metta.v4i4.3737.

Farhaeni, M., & Martini, S. (2023). Pentingnya Pendidikan Nilai-Nilai Budaya dalam Mempertahankan Warisan Budaya Lokal di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(2), 27–34. https://doi.org/10.30742/juispol.v3i2.3483.

Fitrah Nurrizka, A. (2016). Peran Media Sosial di Era Globalisasi Pada Remaja di Surakarta Suatu Kajian Teoritis dan Praktis Terhadap Remaja dalam Perspektif Perubahan Sosial. Analisa Sosiologi, 5(1), 28–37. https://doi.org/10.20961/jas.v5i1.

Gay, G. (2010). Culturally Responsive Teaching: Theory, Research, and Practice (2nd ed). Columbia University: Teachers Collage Press.

Hasanuddin, H., Azka, I., & Baldan Haramain, F. (2024). Peran Kecerdasan Emosional dalam Menghadapi Fear of Missing Out (FOMO) pada Remaja. Jurnal Perspektif Pendidikan, 18(2), 185–203. https://doi.org/10.31540/jpp.v18i2.3280.

Ladson-Billings, G. (2014). Culturally Relevant Pedagogy 2.0: a.k.a. the Remix. In Harvard Educational Review; Spring (Vol. 84).

Larasati, S., Habie, R. O., Aisyah, M. R., Fadel, M., & Sintiawati, R. (2025). Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial di Kalangan Remaja. Easta Journal of Innovative Community Services, 3(03), 184–193. https://doi.org/10.58812/ejincs.v3i03.359.

Leni Lailatulisca, N., & Zukhrufurrohmah, Z. (2025). Penerapan pendekatan culturally responsive teaching untuk meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran matematika berbantuan quizizz paper mode. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 6(2), 73–81. https://doi.org/10.22219/jppg.v6i2.34848.

Merriam, S. B. (2016). Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation. San Francisco: Jossey-Bass.

Miles, M. B., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). London: Sage Publication.

Miles, Matthew B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative Data Analysis (4th ed). Thousand Oaks, CA: Sage.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Monoarfa, M., Valentino Sinaga, A., & Saleh Wizerti, W. A. (2024). Integrasi Nilai Budaya dan Perkembangan IPTEK dalam Pengembangan Kurikulum. Jurnal Publikasi Pendidikan, 14(1), 91–97. http://dx.doi.org/10.70713/publikan.v14i1.62824.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). London: SAGE Publications.

Putri, A. N., Anggun, W. P., Jelita, N. A., Febrilia, T. E., & Purwanto, E. (2025). Media Sosial dan Transformasi Budaya Remaja di Perkotaan. Interaction Communication Studies Journal, 2(2), 1–16. https://doi.org/10.47134/interaction.v2i2.4344.

Putri, R. D., Purwanto, E., Keyla, N., & Kharismatika, R. (2024). Identitas Budaya dalam Era Digital. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 2000-2011. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i4.3380.

Rogamelia, R., & Istiani, A. N. (2024). Indonesian Research Journal on Education Peran Media Sosial dalam Perkembangan Psikologis Anak dan Remaja. Indonesian Research Journal on Education, 4(2), 539–544. https://doi.org/10.31004/irje.v4i2.547.

Safitri, L., & Wismanto, A. (2024). Culturally Responsive Teaching Pemahaman Budaya pada Pembelajaran Teks Hikayat. Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 9(1), 139–154. https://doi.org/10.31002/transformatika.v9i1.1480.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tanase, M. (2020). Is good teaching culturally responsive? Journal of Pedagogical Research, 4(3), 187–202. https://doi.org/10.33902/JPR.2020063333.

Willenda, Z., Yantoro, Y., Misnawati, M., & Basyir, B. (2024). Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Penerapan Culturally Responsive Teaching dalam Pembelajaran. Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan, 16(1), 72–81. https://doi.org/10.47435/al-qalam.v16i1.2948.

Yin, R. K. (2017). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). London: SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Henri, Junaeda, S., Nur’aini, T., & Pasaribu, D. (2026). Contribution of Culturally Responsive Digital Learning Based on Indigenous Values in Students’ Mental Health. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 29(1), 17–46. https://doi.org/10.24252/lp.2026v29n1i2

Issue

Section

Article

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.