Historiografi Kritis Ibn Khaldun (Jembatan Intelektual antara Tradisi Islam dan Sejarah Modern)

Penulis

  • Muh. Ilham Majid Dohe Universitas Wira Bhakti
  • Musafir Pababbari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Ahmad Yani Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Umar Institut Agama Islam DDI Sidenreng Rappang

DOI:

https://doi.org/10.24252/rihlah.v14i01.64840

Kata Kunci:

Ibn Khaldun; Historiografi kritis; Tradisi intelektual Islam; Historiografi modern

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran historiografi Ibn Khaldun dalam al-Muqaddimah serta relevansinya terhadap historiografi modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh dominasi pandangan yang menempatkan historiografi ilmiah sebagai produk eksklusif modernitas Barat, sehingga kontribusi tradisi intelektual Islam kerap terabaikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan analitis-filosofis dan komparatif terhadap teks al-Muqaddimah serta literatur historiografi modern. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan penelusuran literatur yang relevan dari sumber primer maupun sekunder. Data dianalisis melalui analisis isi dan sintesis konseptual guna mengidentifikasi kesesuaian metodologis dan epistemologis di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun telah merumuskan sejarah sebagai ilmu kritis yang menekankan verifikasi sumber, rasionalitas, dan analisis kausalitas. Konsep ‘ashabiyah dan ‘ilm al-‘umran menempatkan struktur sosial serta kondisi material sebagai faktor utama dinamika sejarah, sejalan dengan pendekatan sejarah sosial dan interdisipliner dalam historiografi kontemporer. Penelitian ini juga menemukan adanya kesamaan reflektif antara Ibn Khaldun dan sejarawan modern terkait subjektivitas penulis sejarah serta pentingnya objektivitas metodologis. Dengan demikian, pemikiran Ibn Khaldun memiliki relevansi metodologis dan epistemologis yang signifikan terhadap perkembangan historiografi modern sekaligus memperkuat pengakuan atas kontribusi tradisi intelektual Islam dalam wacana historiografi global yang lebih inklusif.

Referensi

Ahmad Habib Akramullah, Susmihara, Ahmad Yani, ‘Muqaddimah Ibn Khaldun:Telaah Historiografi Islam’, Al-Hikmah (Makassar), 23.Vol. 23 No. 2 (2021): December (2023), pp. 51–60, doi:https://doi.org/10.24252/al-hikmah.v23i2.34427.

Alamshah, Anisah, And Others, ‘Metode Penulisan Sejarah Kitab Tarikh Al-Umam Wa Al-Muluk Karya Al-Thabari’, Journal Rihlah, 11.1 (2023), Pp. 1–20.

Darmawan, Budi, and Danil Mahmud Chaniago, ‘Studi Historiografi Islam Klasik: Kritik Dan Tinjauan Terhadap Karya Al-Mas’udi’, Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 8.2 (2024), pp. 233–49, doi:10.29408/fhs.v8i2.24858.

Disbudparpora, Maryam, and Kab Muaro Jambi Jl Lintas Timur Bukit Cinto kenang Sengeti Muaro Jambi, ‘Kontribusi Ibnu Khaldun Dalam Historiografi Islam’, ThaqÃfiyyÃT, no. 1 (June 2012), pp. 205–22.

Derani, Saidun. “Metode Sejarah Ibn Khaldun.” Buletin Al-Turas 17, no. 1 (2011).

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29

Cara Mengutip

Dohe, M. I. M., Pababbari, M., Ahmad Yani, & Umar. (2026). Historiografi Kritis Ibn Khaldun (Jembatan Intelektual antara Tradisi Islam dan Sejarah Modern). Rihlah : Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan, 14(01), 1–13. https://doi.org/10.24252/rihlah.v14i01.64840

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.