Reinterpretasi arsitektur neo vernakular pada gedung pertunjukan kesenian di Sidenreng Rappang
DOI:
https://doi.org/10.24252/teknosains.v20i1.64353Keywords:
Arsitektur neo vernakular, Budaya Bugis, Gedung pertunjukan kesenian, Kabupaten Sidenreng Rappang, Pelestarian budaya lokalAbstract
Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan wilayah di Sulawesi Selatan yang memiliki kekayaan seni dan budaya lokal, khususnya tradisi masyarakat Bugis. Namun, nilai-nilai budaya tersebut mengalami penurunan eksistensi, terutama di kalangan generasi muda, akibat minimnya regenerasi seniman dan terbatasnya fasilitas fisik yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan konsep gedung Pertunjukan Kesenian dan Kebudayaan yang berfungsi sebagai wadah ekspresi seni, media edukasi, dan sarana pelestarian budaya. Pendekatan arsitektur neo vernakular digunakan untuk memadukan unsur tradisional Bugis dengan prinsip arsitektur modern, baik pada bentuk, tata ruang, maupun material. Metode penelitian mencakup studi literatur, pengumpulan data primer dan sekunder, survei lapangan, analisis tapak, dan perumusan program ruang. Desain mengadaptasi bentuk atap rumah panggung Bugis (timpalaja), penggunaan material lokal seperti kayu dan batu alam, serta integrasi motif budaya seperti sarita dan lipa’ sabbe. Sistem akustik, pencahayaan, utilitas, dan strategi pasif iklim tropis (ventilasi silang, pencahayaan alami) dioptimalkan sesuai standar gedung pertunjukan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan arsitektur neo vernakular dapat menghasilkan desain yang kontekstual, berkelanjutan, dan merepresentasikan identitas lokal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Khalisah, Rahmiani Rahim, Sudarman Sudarman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This license allows authors to copy, redistribute, remix, transform, and build upon the Work, in any format or medium, for any purpose including commercial purpose, on a perpetual basis provided they credit the Work and the authors. Authors
must explain any changes that were made from the original and may not suggest the authors endorse the use. The resultant work must be made available under the same terms, and must include a link to the CC BY 4.0 International License.





