Integrasi analisis komoditas unggulan dan kesesuaian lahan tambak di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros

Authors

  • Muhammad Anshar Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Irsyadi Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Fitriani Fitriani Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/teknosains.v20i2.64757

Keywords:

Kecamatan Maros Baru , Kesesuaian lahan, Komoditas unggulan, Tambak, Sistem Informasi Geografis

Abstract

Kecamatan Maros Baru merupakan kawasan minapolitan dengan potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas potensial serta menganalisis kesesuaian lahan tambak di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), Tipologi Klassen, serta analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Maros tahun 2018–2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan sektor unggulan yang memenuhi kriteria simultan (LQ > 1 dan SS > 0), namun terdapat komoditas potensial yang meliputi ikan bandeng, udang windu, udang vaname, dan ikan nila dengan kecenderungan pertumbuhan positif, sedangkan rumput laut tergolong komoditas tertinggal secara ekonomi. Analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa sebagian besar tambak berada pada kelas S1 (sangat sesuai) seluas 1.459 ha dan S2 (cukup sesuai) seluas 346 ha, yang mencerminkan potensi biofisik yang tinggi. Namun, produksi perikanan relatif stagnan sehingga menunjukkan pemanfaatan lahan yang belum optimal. Berdasarkan hasil tersebut, ikan bandeng dan udang diprioritaskan sebagai komoditas pengembangan utama karena memiliki pertumbuhan relatif positif dan nilai ekonomis tinggi, sedangkan rumput laut memiliki potensi pengembangan secara biofisik namun terbatas dari sisi ekonomi sehingga direkomendasikan untuk dikembangkan secara selektif.

Published

2026-08-10

How to Cite

Anshar, M., Irsyadi, & Fitriani, F. (2026). Integrasi analisis komoditas unggulan dan kesesuaian lahan tambak di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Teknosains: Media Informasi Sains Dan Teknologi, 20(2), 163–176. https://doi.org/10.24252/teknosains.v20i2.64757

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.