INTEGRASI KONSEP ARSITEKTUR ISLAM PADA RUMAH ADAT SAORAJA LAPINCENG KABUPATEN BARRU

Zulkarnain AS, Andi Hildayanti

Abstract


Saoraja Lapinceng merupakan salah satu rumah adat masyarakat Bugis yang terletak di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan yang masih terjaga hingga saat ini. Saoraja Lapinceng menjadi warisan budaya Sulawesi Selatan yang patut dijaga dan dilestarikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Mengungkapkan dan mengedukasi serangkaian nilai tradisi atau filosofi yang terkandung pada Saoraja Lapinceng sebagai icon arsitektur tradisional Barru menjadi salah satu upaya pelestarian budaya secara tidak langsung. Oleh karena itu, penelitian ini akan memaparkan nilai tradisi Saoraja Lapinceng yang dipusatkan pada filosofi pembagian ruang secara vertikal sebab bagian tersebut memiliki kekhasan ruang dibanding rumah adat lainnya. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, penelitian ini akan mengidentifikasi dan mengemukakan berbagai filosofi yang terkandung dalam setiap pembagian ruang spasial pada Saoraja Lapinceng secara vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saoraja Lapinceng secara vertikal dibagi atas tiga bagian, yaitu “rakkeang” atau bagian atas rumah berfungsi sebagai tempat tinggal penghuni perempuan dan penyimpanan mayat, “ale bola” atau bagian tengah berfungsi sebagai tempat tinggal penghuni laki-laki, dan “awa bola” atau bagian bawah berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan kerja penghuni rumah.


Keywords


Bugis, filosofi ruang, rumah tradisional, Saoraja Lapinceng

References


Abdullah, H. (1985). Manusia Bugis Makassar. Jakarta : Intidayu Press.

Antoniades, Antony C. (1992). Poetic of Architecture: Theory of Design. New York: Van Nostr and Reinhold.

Creswell, J.W. (2008). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: Sage Publications, Inc

Daeng, H.J. (2008). Manusia, Kebudayaan dan Lingkungan, Tinjauan Antropologis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Darjosanjoto, Endang Titi Sunarti. (2012). Penelitian Arsitektur di Bidang Perumahan dan Permukiman. Surabaya : ITS press.

Groat, L. & Wang, D. (2002). Architectural Research Methods. New York: John Wiley & Sons. Inc.

Lang, Jon. (1994). Urban Design The American Experience. New York : Van Nostrand Reinhold.

Poerwanto, H. (2008), Kebudayaan dan Lingkungan, dalam Perspektif Antropologi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Rapoport, A. (1969). House Form and Culture. New York : Prentice-Hall, Inc, Englewood Cliffs, N.J.

Robinson, K. & Paeni, M., (2005). Tapak-Tapak Waktu: Kebudayaan, Sejarah, dan Kehidupan Sosial di Sulawesi Selatan. Makassar : Ininnawa.

Saliya, Y. (2003). Arsitektur Sebagai Bahasa: Percobaan ke Arah Epistomologi. Perjalanan Malam Hari. Bandung: Ikatan Arsitektur Indonesia & Lembaga Sejarah Arsitektur Indenesia.

Suparlan, Parsudi. (1999). Kemajemukan, Hipotesis Kebudayaan Dominan, dan Kesukubangsaan. Jurnal Antropologi Indonesia no.58.

Tang, Mahmud. (1996). Aneka Ragam Pengaturan Sekuritas Sosial di Bekas Kerajaan Berru, Sulawesi Selatan, ISBN 90-5485-594-0, Grafisch Service Centrum Van Gils B.V, Wageningen.

Wan Ismail, Wan Hashimah. (2012). Cultural Determinants in the Design of Bugis Houses. Journal Procedia - Social and Behavioral Sciences : Elsevier, sciencedirect, 50 (2012) 771 – 780.

Wasilah, Josef Prijotomo, Murni Rachmawaty. (2012). Filosofi Tipologi Bentuk dan Ekspresi Arsitektur Rumah Tradisional Mamasa, san121212. Ref No: (B.1.5)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_____________________________________

SUPPORTED BY

INDEXED BY: Lihat profil google scholar saya dengan klik disini.

       

Nature : National Academic Journal of Architecture, Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, ISSN Cetak: 2302-6073, ISSN Online: 2579-4809

Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan
Phone : +6281-241-183-51, +6285-343-616-133
Email : jurnalnature@uin-alauddin.ac.id