Kadar Bioetanol Hasil Fermentasi Kulit Singkong dan Kulit Nangka dengan Variasi Nutrisi

Penulis

  • Valentina Lumbantoruan Universitas Bengkulu
  • Rendy Wikrama Wardana Universitas Bengkulu
  • Sutarno Sutarno Universitas Bengkulu
  • Deni Parlindungan Universitas Bengkulu
  • Silvia Syeptiani Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.24252/jb.v14i1.68657

Kata Kunci:

bioetanol, energi alternatif, kulit singkong, kulit nangka

Abstrak

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menganalisis variasi nutrisi pada proses fermentasi terhadap produksi kadar bioetanol yang dihasilkan dari kulit singkong dan kulit nangka serta menentukan kombinasi bahan baku dan nutrisi yang menghasilkan kadar bioetanol paling optimal. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara pemilihan sampel secara sengaja. Proses pembuatan bioetanol melalui tahapan persiapan, hidrolisis (menggunakan H₂SO₄ 5% sebagai katalis yang berfungsi memutus ikatan glikosidik pada polisakarida, sehingga karbohidrat kompleks terdegradasi menjadi glukosa), fermentasi (dilakukan selama 9 hari dengan penambahan nutrien berupa NPK dan Urea), dan pemurnian melalui tahap destilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit singkong dengan bantuan Saccharomyces cerevisiae pada saat proses fermentasi menghasilkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 6%. Sementara, kadar etanol terendah sebesar 2% diperoleh dari fermentasi kulit nangka dengan bantuan Saccharomyces cerevisiae dan penambahan Urea. Penambahan nutrien, memengaruhi aktivitas Saccharomyces cerevisiae sehingga dapat meningkatkan bahkan menurunkan kadar etanol yang dihasilkan, jika penambahan nutrien terlalu banyak menyebabkan ketidakseimbangan Saccharomyces cerevisiae dalam menjalankan aktivitas metabolisme dalam menghasilkan etanol. Limbah kulit singkong dan limbah kulit nangka dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol yang merupakan energi alternatif terbarukan ramah lingkungan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Agustina, E., Safitri, G. I., Fatiha, I. I., Pratama, M. I., Rahmania, Safitri, R., Andiarna, F., & Hidayati, I. (2021). Pemanfaatan Limbah Kulit Buah dan Sayur Sebagai Bahan Bakar Bioetanol dengan Variasi Konsentrasi Katalis Utilization. Jurnal Teknik Kimia USU, 10(1), 1–6.

Chairunisya, R. A., Hutomo, G. S., & Noviyanty, A. (2023). Menggunakan Asam Klorida Pada Berbagai Konsentrasi Pectin Extraction of Jackfruit (Artocarpus heterophyllus) Fruit Skin. Jurnal Agrotekbis, 11(3), 590–600.

Chatimah, H., Ibrahim, I., Ginting, Z., & Kurniawan, E. (2025). Pembuatan Bioetanol dari Campuran Kulit Singkong dan Kulit Pisang Kepok dengan Proses Fermentasi Menggunakan Ragi Roti. Chemical Engineering Journal Storage, 4(Agustus), 435–444.

Desti, I. (2022). Literature RIview : Upaya Energi Bersih dan Terjangkau. Jurnal Sains Edukatika Indonesia, 4(1), 8–11.

Dilla, R., Putri, S., & Sari.N. (2024). Pengolahan Limbah Cair Pt Energi Agro Nusantara Dengan Metode Hidrolisis Basa Dan Fermentasi. Jurnal Integrasi Proses, 13(2), 99–104.

Fathoni, A., & Bate’e, T. (2025). Studi Literatur Potensi Pemanfaatan Limbah Dapur sebagai Bahan Baku Bioetanol Skala Rumah Tangga. Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(4), 5823–5833.

Fibonacci, A. (2019). Sintesis Alkohol Dari Limbah Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Campuran Bahan Bakar Minyak (biofuel) Anita. Walisongo Journal Of Chemistry, 2(1), 17–25.

Fitriani, A., & Kartika, R. (2023). Fermentasi Biji Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) Menghasilkan Etanol Oleh Saccharomyces cerevisiae Dengan Analisa Kromatografi Gas (Gc) Fermentation Of Jackfruit ( Artocarpus heterophyllus Lam .) Fruit Seeds Producing Ethanol BY Saccharomyc. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 5(3), 487–497.

Hermanto, D., Andayani, I. G. A. S., Honiar, R., & Shofiyana, L. M. (2020). Penentuan Kandungan Etanol dalam Makanan dan Minuman Fermentasi Tradisional Menggunakan Metode Kromatografi Gas. Chempublish Journal, 5(2), 105–115.

Kurniasari, A. E., & Widayatno, T. (2023). Pemanfaatan kulit singkong (Manihot Esculenta) sebagai bahan dasar pembuatan pulp dengan metode titrasi. Jurnal Sain Dan Teknik, 5(2), 102–110.

Lazuardi, P. R., Yani, A. P., Rendy Wikrama Wardana, M. U., & Hayat, M. S. (2024). Pemanfaatan Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa acuminata balbisiana) Sebagai Bahan Baku Bioetanol Konteks Teknologi Ramah Lingkungan. Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sain, 7(1), 139–148.

Lorenza, V. L., Wardana, R. W., Yani, A. P., Hastuti, P. W., & Firdaus, M. L. (2025). Analisis Kadar Bioetanol Berbahan Baku Limbah Ampas Tebu (Saccharum officinarum) Campuran Kulit Jagung (Zea mays) Pada Konteks Teknologi Ramah Lingkungan. Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 8(2), 228–238.

Maryam, Yana, S., Hamdiah, C., & Ikhbar, S. (2024). Dampak Lingkungan dan Keuntungan Finansial : Evaluasi Bio-Ekonomi dari Energi Terbarukan. IX(1), 7823–7830.

Meyrinta, K. A., Putri, R. D., & Fatoni, R. (2018). Pembuatan Bioetanol Dari Jerami Nangka Dengan Metode Fermentasi Menggunakan Saccharomyces Cereviseae. Jurnal Integrasi Proses, 7(1), 32–38.

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Lumbantoruan, V., Wikrama Wardana, R., Sutarno, S., Parlindungan, D., & Syeptiani, S. (2026). Kadar Bioetanol Hasil Fermentasi Kulit Singkong dan Kulit Nangka dengan Variasi Nutrisi. Jurnal Biotek, 14(1), 61–77. https://doi.org/10.24252/jb.v14i1.68657

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama