Imam Desa dan Praktik Keagamaan Masyarakat Ujung Baji: Kajian Sumber Pengetahuan di Sanrobone Takalar

Authors

  • Muh. Aldrian Hamzah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muh. Natsir Siola Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Suharti Suharti Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/dinuna.v2i1.68715

Keywords:

Imam Desa, Otoritas Agama, Masyarakat Pesisir, Praktik Keagamaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran imam desa dalam membentuk pemahaman dan praktik keagamaan masyarakat di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Fokus penelitian meliputi pemahaman keberagamaan masyarakat, persepsi imam desa terhadap kondisi keagamaan, serta pandangan masyarakat terhadap peran imam desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis dan sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan memanfaatkan sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman keberagamaan masyarakat tergolong cukup baik, namun partisipasi dalam praktik keagamaan masih rendah akibat dominasi aktivitas ekonomi sebagai nelayan. Imam desa memandang rendahnya minat masyarakat terhadap kegiatan keagamaan disebabkan oleh orientasi pada kebutuhan ekonomi yang lebih mendesak. Sementara itu, masyarakat menilai bahwa peran imam desa dalam pembinaan keagamaan belum optimal, terutama karena keterbatasan waktu dan aktivitas ekonomi yang juga dijalani oleh imam desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik keagamaan masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh otoritas keagamaan, tetapi juga oleh kondisi sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara imam desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan keagamaan yang kontekstual dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-06-21