Harmoni budaya dan alam: Studi etnobotani tumbuhan ritual pada tradisi Kirab Tirta Amerta Sari

Authors

  • Ika Sulistyowati Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Erika Setiawati Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Bella Safitri Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Hermas Rudiansyah Cipeta Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Fahrul Ghani Muhaimin Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Karin Anindita Widya Pitaloka Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
  • Susriyati Mahanal Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.24252/teknosains.v19i3.62700

Keywords:

Candi Sumberawan, Etnobotani, Kirab Tirta Amerta Sari, Pengetahuan lokal, Tumbuhan ritual

Abstract

Tradisi Kirab Tirta Amerta Sari (KTAS) di Candi Sumberawan memanfaatkan tumbuhan sebagai elemen utama upacara, namun pengetahuan lokal masyarakat kian menurun akibat perubahan sosial dan pariwisata. Penelitian ini mendokumentasikan spesies tumbuhan serta aspek konservasinya, memberi perspektif baru tentang hubungan manusia dan tumbuhan dalam tradisi lokal Singosari. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan pengetahuan lokal masyarakat terkait pemanfaatan tumbuhan ritual dalam tradisi KTAS. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan informan kunci yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan peneliti, serta informan non-kunci (tambahan) menggunakan teknik snowball sampling berdasarkan rekomendasi dari informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dilakukan triangulasi untuk memastikan kredibilitasnya. Data yang terkumpul kemudian direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 24 jenis tumbuhan dari 17 famili yang didominasi habitus herba serta banyak dimanfaatkan bagian bunga dan daun dalam keadaan segar. Setiap jenis tumbuhan mempunyai makna filosofis mendalam. Sebagian besar tumbuhan tergolong Least Concern dan sudah ada upaya konservasi dari masyarakat dengan cara budidaya untuk menjaga keberlanjutannya. Temuan ini menegaskan pentingnya dokumentasi pengetahuan lokal masyarakat terkait pemanfaatan tumbuhan ritual dalam tradisi KTAS agar tetap lestari dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Published

2025-12-31

How to Cite

Sulistyowati, I., Setiawati, E., Safitri, B., Cipeta, H. R., Muhaimin, F. G., Pitaloka, K. A. W., & Mahanal, S. (2025). Harmoni budaya dan alam: Studi etnobotani tumbuhan ritual pada tradisi Kirab Tirta Amerta Sari . Teknosains: Media Informasi Sains Dan Teknologi, 19(3), 365–378. https://doi.org/10.24252/teknosains.v19i3.62700

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.