Formulasi deodoran spray ekstrak etanol kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis

Authors

  • Mutmainnah Siradjuddin Program Studi S1 Farmasi Klinis dan Komunitas, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada
  • Melani Melani Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Megarezky
  • Nurmala Sari Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Megarezky

DOI:

https://doi.org/10.24252/teknosains.v20i2.70058

Keywords:

Antibakteri, Deodoran spray, Kulit buah kakao, Staphylococcus epidermidis, Theobroma cacao

Abstract

Bau badan terbentuk ketika mikrobiota kulit memetabolisme prekursor tidak berbau dalam keringat menjadi senyawa volatil, salah satunya melalui aktivitas Staphylococcus epidermidis. Kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) merupakan limbah perkebunan yang mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid sehingga berpotensi sebagai bahan aktif antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol kulit buah kakao dalam sediaan deodoran spray serta mengevaluasi stabilitas fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap S. epidermidis. Penelitian bersifat eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian ekstrak diformulasikan menjadi deodoran spray pada konsentrasi 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, efek terhadap kain, waktu kering, dan cycling test enam siklus. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram. Rendemen ekstrak sebesar 14,80%. Seluruh formula tetap homogen dan tidak berubah secara organoleptik setelah cycling test, dengan pH 5,07–5,69 dan daya sebar 5,2–6,7 cm yang seluruhnya memenuhi persyaratan. Diameter zona hambat berturut-turut 15,63 ± 0,25 mm (F1), 16,87 ± 0,21 mm (F2), dan 18,30 ± 0,52 mm (F3), sedangkan kontrol positif deodoran komersial menghasilkan 18,73 ± 0,06 mm. Analisis One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (F(3,8) = 63,08; p < 0,001), dan uji lanjut Tukey HSD memastikan seluruh pasangan formula berbeda bermakna kecuali F3 terhadap kontrol positif (p = 0,373). Formula F3 dengan konsentrasi ekstrak 15% memberikan aktivitas antibakteri tertinggi dan secara statistik tidak berbeda dari kontrol positif. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah kulit buah kakao berpotensi divalorisasi menjadi bahan aktif alami pada sediaan deodoran spray, meskipun masih memerlukan penentuan kadar hambat minimum, uji iritasi, dan uji stabilitas jangka panjang sebelum dapat direkomendasikan lebih luas.

Published

2026-09-03

How to Cite

Siradjuddin, M., Melani, M., & Sari, N. (2026). Formulasi deodoran spray ekstrak etanol kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis. Teknosains: Media Informasi Sains Dan Teknologi, 20(2), 274–284. https://doi.org/10.24252/teknosains.v20i2.70058

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.