Hilirisasi Nikel di Indonesia: Antara Manfaat Ekonomi, Tantangan Lingkungan dan Dampak Sosial

Authors

  • Achmad Abdi Amsir Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/vp.v9i1.64551

Keywords:

Hilirisasi Nikel, Dampak Ekologis, Pembangunan Berkelanjutan, Ketimpangan Sosial

Abstract

Hilirisasi nikel di Indonesia merupakan strategi utama dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi negara dalam rantai pasok industri global, terutama dalam mendukung transisi energi dan pengembangan kendaraan listrik. Namun, di balik kontribusi ekonominya yang signifikan, kebijakan ini juga memunculkan berbagai tantangan ekologis dan sosial, seperti degradasi lahan, pencemaran lingkungan, serta peningkatan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekologis dan implikasi sosial dari hilirisasi nikel dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilirisasi nikel berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan negara dan pertumbuhan industri, tetapi juga  menimbulkan kerusakan lingkungan serta ketimpangan sosial di wilayah terdampak. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berorientasi pada prinsip pembangunan berkelanjutan guna menyeimbangkan kepentingan ekonomi, lingkungan, dan sosial.

References

Aliansi Rakyat untuk Keadilan Sosial. (2024). Laporan kasus penolakan pembangunan smelter nikel oleh masyarakat adat di Wawonii.

Badan Pusat Statistik Morowali. (2024). Laporan Ekonomi Morowali: Kontribusi Industri Nikel terhadap PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal.

Indonesia Morowali Industrial Park. (2024). Dampak Industri Nikel Terhadap Ekonomi Lokal dan Pekerjaan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2020). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2020 tentang Larangan Ekspor Bijih Nikel dan Pemberian Insentif untuk Smelter dan Fasilitas Pengolahan Lainnya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2024a). Indonesia Mulai Produksi Massal Baterai Kendaraan Listrik dengan Investasi USD 1,1 Miliar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2024b). Peran nikel dalam transisi energi dan kendaraan listrik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2024c). Prospek nikel Indonesia dalam rantai pasok global.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. (2024a). Hilirisasi Nikel: Dampak Positif Bagi Ekonomi Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. (2024b). Hilirisasi Nikel: Menambah Nilai Ekonomi dan Penerimaan Negara.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. (2024c). Laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2024: Hilirisasi Nikel dan Dampaknya terhadap Ekonomi Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. (2024d). Strategi Pengembangan Teknologi Pengolahan Nikel di Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Laporan dampak lingkungan hilirisasi nikel di Indonesia.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2024a). Laporan konflik sosial akibat ekspansi industri di Halmahera Tengah.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2024b). Laporan pengawasan hak asasi manusia di kawasan industri nikel Morowali.

Lahadalia, B., Wijaya, C., Dartanto, T., & Subroto, A. (2024). Nickel Downstreaming in Indonesia : Reinventing Sustainable Industrial Policy and Developmental State in Building the EV Industry in ASEAN. Journal of ASEAN Studies, 12(1), 79–106. https://doi.org/10.21512/jas.v12i1.11128

Lo, M. G. Y., Morgans, C. L., Santika, T., Mumbunan, S., Winarni, N., Supriatna, J., Voigt, M., Davies, Z. G., & Struebig, M. J. (2024). Nickel mining reduced forest cover in Indonesia but had mixed outcomes for well-being. One Earth, 7, 2019–2033.

Mearsheimer, J. J. (2001). The tragedy of great power politics. WW Norton & Company.

Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Indonesia. (2024). Laporan dampak lingkungan hilirisasi nikel di Halmahera.

Raworth, K. (2018). Doughnut Economics: Seven Ways to Think Like a 21st-Century EconomistNo Title. Chelsea Green Publishing.

Sachs, J. D. (2015). The age of sustainable development. Columbia University Press.

Waltz, K. N. (1979). Theory of International Politics. Addison-Wesley Publishing Company.

White Jr, L. (1967). The historical roots of our ecologic crisis. Science, 155(3767), 1203–1207.

Wijaya, T., & Jones, L. (2025). Indonesia, nickel, and the political economy of polyalignment in the Second Cold War. Third World Quarterly, 1–20. https://doi.org/10.1080/01436597.2025.2465514

Wijkman, A., & Skånberg, K. (2015). The circular economy and benefits for society. In The Club of Rome.

Yayasan Pembangunan Sosial dan Lingkungan. (2024). Laporan sosial dampak hilirisasi nikel terhadap masyarakat adat.

Downloads

Published

23-06-2026

Issue

Section

Artikel

Similar Articles

> >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.