KEBIJAKAN PEMIMPIN NEGARA DALAM PERSPEKTIF KAIDAH FIKIH : TASARRUF AL-IMAM MANUTUN BIL MASLAHAH

  • Achmad Musyahid Idrus Fakultas Syariah dan hukum UIN Alauddin Makassar
    (ID)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukan jawaban terhadap geneologi akar kata kaidah تَصَرُّفُ الْأِمَاِم عَلَى الرَّاعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمَصْلَحَةِ, menemukan jawaban atas sumber perumusan kaidah ini dan menemukan jawaban terhadap prinsip kemaslahatan yang terkandung dalam sebuah prodak perundang-undangan negara. Pendekatan normatif terhadap nas Alquran dan hadis dan hasil ijtihad ulama, pendekatan sosiologis  serta pendekatan filosofis terhadap objek penelitian terkait kebijakan pemimpin negara dalam perspektif kaidah fikih تَصَرُّفُ الْأِمَاِم عَلَى الرَّاعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمَصْلَحَةِ. Hasil penelitian menemukan tiga hal penting yaitu; 1) geneologi akar kata kaidah ini yaitu; تَصَرُّف yang berarti memalingkan, الْأِمَاِم  berarti pemimpin, الرَّاعِيَّةِ berarti rakyat dan مَنُوْطٌ berarti diikat serta الْمَصْلَحَةِ  berarti kemaslahatan. 2) Sumber pembentukan kaidah تَصَرُّفُ الْأِمَاِم عَلَى الرَّاعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمَصْلَحَةِ berasal dari fatwa Imam Asy-Syafi’i, yaitu مَنْزِلَةُ اْلاِمَامِ مِنَ الرَّعِيِّةِ مَنْزِلَةُ الْوَلِىِّ مِنَ الْيَتِيْم. 3) Ada lima bentuk kemaslahatan dalam kaidah تَصَرُّفُ الْأِمَاِم عَلَى الرَّاعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمَصْلَحَةِ , yaitu kemaslahatan terhadap agama, kemaslahatan jiwa, kemaslahatan akal, kemaslahatan keturunan dan kemaslahatan harta.

References

Abd al-Karīm Zaidān, al-Wajīz fī Syarh al-Qawā’id al-Fiqhiyyah. Beirūt: Muassasah al-Risālah, 2004.

Abd al-Rahmān bin Abi Bakr al-Suyūthi, al-Asybāh wa al-Nadzāir. Dār al-Kutub al-Ilmiyah, 1990.

Abd al-Rahman bin Muhammad bin Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldun. Riyādh: Dār ‘Alam al-Kutub, 1996.

Al-Anshāri, Zakariyya bin Muhammad. Asnā’ al-Mathālib fî Syarh Raudhah al-Thālib Zain al-Dīn Ibrāhīm bin Nujaim, al-Asybāh wa al-Nadhāir

Al-Ghazāli, Muhammad bin Muhammad. al Mustashfā fī Ushūl al-Fiqh. Beirūt: Muassasah al-Risālah, 1997.

al-Hilli, al-Ashbahani, dan al-Qausyaji dalam Kitab Rusydi ‘Ulyan, al-Islam wa al-Khilafah. Baghdād: Dār al-Salām, 1976.

Ali bin Muhammad bin Muhammad al-Māwardi, al-Ahkām al-Sulthāniyyah. Kairo: Dâr al-Hadīs, tt.

Al-Jurjani, Ali bin Muhammad bin Ali. al-Ta’rīfāt. Beirut: Dār al-Kutub al-Arabi, 1405.

Al-Mandzūr, Ibn. Lisān al-‘Arab al-Muhith (Beirūt: Dār Lisān al-‘Arab, tt)

Al-Quran dan Terjemahannya

Al-Rāzi, Muhammad bin Abi Bakr bin Abd al-Qādir. Mukhtār al-Shihāh. Beirūt: al-Maktabah al-‘Ashriyyah, 2004.

Al-Syaukāni, Muhammad bin ‘Ali. Irsyād al-Fuhūl Ilā Tahqīq al-Haq min ‘Ilm al-Ushūl. Riyādh: Dār al-Fadhīlah, 2000.

Al-Thāhir Ahmad al-Zāwi, Tartīb al-Qāmūs al-Muhīth ‘alâ Tharīqat al-Misbāh al-Munīr wa Asās al-Balāghah (Riyādh: Dār ‘Alam al-Kutub, 1996.

Al-Zāwi, al-Thāhir Ahmad. Tartib al-Qāmūs alMuhīth ‘alâ Tharīqat al-Misbāh al-Munīr wa Asās al-Balāghah. Riyādh: Dār ‘Alam al-Kutub, 1996.

Ash-Shiddieqy, M. Hasbi. Pedoman Zakat. Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2009.

Ibrāhīm Anîs, Abd al-Halīm Muntashir, dll., al-Mu’jam al-Wasīth, 1972.

Mudjib, H. Abdul. Kaidah-Kaidah Ilmu Fikih. Jakarta: Kalam Mulia 2005.

Syarifuddin, Amir Ilmu Ushul Fiqh. Jakarta: Bulan Bintang, 2008.

Published
2021-12-29
Section
Artikel
Abstract viewed = 232 times