ANALISIS MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI PERAN ORANG TUA, GURU, LINGKUNGAN SEKOLAH DAN GENDER SISWA DI SD SAMATA GOWA
DOI:
https://doi.org/10.24252/sipakalebbi.v10i1.68166Keywords:
motivasi belajar, siswa, kualitatif, fenomenologi, peran guru, orang tua, sekolah, genderAbstract
Motivasi belajar merupakan komponen fundamental yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran di tingkat pendidikan dasar. Fenomena rendahnya motivasi belajar siswa sekolah dasar telah menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan Indonesia, yang memerlukan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor pendorongnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam faktor-faktor yang mendorong motivasi belajar siswa di SD Negeri Samata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif siswa terkait motivasi belajar mereka. Partisipan penelitian ini adalah 12 siswa kelas V SD Negeri Samata (7 perempuan dan 5 laki-laki, usia 10-11 tahun) yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama: (1) motivasi internal siswa, (2) peran guru sebagai fasilitator dan motivator, (3) dukungan sosial dari keluarga, (4) interaksi dan dukungan teman sebaya, (5) sistem penghargaan dan konsekuensi, dan (6) hambatan motivasi belajar. Penelitian ini menemukan bahwa motivasi belajar siswa merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal dalam perspektif ekologis, dimana dukungan teman sebaya muncul sebagai faktor yang sangat dominan.
Downloads
References
Ardyan, R. P., Hidayat, W. N., & Prasetyawati, N. (2023). Analisis penelitian kualitatif dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(2), 1234-1245.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Creswell, J. W. (2020). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Csikszentmihalyi, M. (1990). Flow: The psychology of optimal experience. Harper & Row.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227-268.
Ena, O. T., & Djami, C. B. (2021). Pengaruh motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap prestasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 45-56.
Fernando, A., Hasibuan, S., & Pratiwi, R. (2024). Korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi akademik siswa sekolah dasar. Indonesian Journal of Primary Education, 8(1), 78-92.
Haadii, A. I., Rahman, F., & Syahril, M. (2025). Pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di era digital. Jurnal Teknologi Pendidikan, 7(1), 112-128.
Handoko, P., Susanti, E., & Wibowo, A. (2024). Teknik analisis tematik dalam penelitian kualitatif pendidikan. Jurnal Metodologi Penelitian Kualitatif, 6(2), 201-218.
Ikhtiarini, F., & Ratnaningrum, D. (2024). Strategi peningkatan motivasi belajar siswa sekolah dasar melalui pendekatan holistik. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 9(1), 34-48.
Kamaruddin, A., Syahputra, E., & Lubis, M. (2023). Dampak penggunaan gadget terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(2), 145-162.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370-396.
Mujahidah, S., Rahmawati, D., & Kusuma, A. (2021). Pengaruh dukungan orang tua terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Keluarga, 13(2), 89-104.
Putri, A. S., & Iskandar, D. (2023). Wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Riset Kualitatif, 4(1), 56-72.
Ridha, N. (2020). Penerapan teori hierarki kebutuhan Maslow dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 6(1), 23-35.
Rosmalah, R., Fadli, H., & Nurdin, A. (2022). Pengaruh lingkungan belajar terhadap motivasi dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Lingkungan Pendidikan, 14(3), 178-195.
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2020). Intrinsic and extrinsic motivation from a self-determination theory perspective: Definitions, theory, practices, and future directions. Contemporary Educational Psychology, 61, 101860.
Sahputra, D. (2024). Purposive sampling dalam penelitian kualitatif: Prinsip dan aplikasi. Jurnal Metode Penelitian Sosial, 5(1), 67-83.
Sari, D. P., & Santosa, B. (2024). Fenomena rendahnya motivasi belajar siswa sekolah dasar di Indonesia: Sebuah tinjauan sistematis. Indonesian Journal of Educational Research, 11(1), 112-129.
Sartika, D., & Razak, A. (2023). Peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar melalui media pembelajaran inovatif. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10(2), 156-171.
Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1-228.
Umar, F., Pratama, A., & Sulistyowati, E. (2023). Dampak rendahnya motivasi belajar terhadap perkembangan psikologis siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Anak, 8(2), 234-251.
Wau, Y., Sinaga, M., & Purba, N. (2023). Pengaruh kompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Profesi Keguruan, 9(1), 45-62.
