PERBANDINGAN PEMAHAMAN TRANSLASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA UIN ALAUDDIN MAKASSAR

jusman jusman, santih anggereni, Hajeriati Hajeriati, Mukti Ali, Muh. Iqbal

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan  pemahaman translasi antara mahasiswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi dengan model inkuiri terbimbing pada Jurusan Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar. Pemilihan sampel melalui teknik simple random sampling. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah tes pemahaman translasi, dengan teknik analisis data statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji T-2 sample independent. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif diperoleh hasil tes pemahaman translasi dengan menggunakan inkuiri bebas termodifikasi dan inkuiri terbimbing  mahasiswa pendidikan fisika  dikategorikan dalam kategori sedang. Selanjutnya, untuk statistik inferensial menyatakan bahwa thitung> ttabel sehingga terdapat perbedaan pemahaman translasi antara model pembelajaran inkuiri  bebas termodifikasi dengan inkuiri terbimbing mahasiswa pendidikan fisika UIN Alauddin Makassar.

Keywords


inkuiri terbimbing; inkuiri bebas termodifikasi; pemahaman translasi

References


Abruscato, J. 1999. Teaching Children Science : A Discovery Approach. Boston : Allyn & Bacon. A Pearson Education Company.

Anderson dan Krathwohl. 2010. Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, Dan Asesmen (Edisi Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Aryani, A. 2012. Pembelajaran IPA dengan Inkuiri Bebas Termodifikasi Menggunakan Lab Riil dan Virtual Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir dan Gaya Belajar Siswa. Jurnal inkuiri, (online), vol. 1, No. 2, (http://jurnal.pasca.uns.ac.id).

Basuki, Ismet. 2014. Assement Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Bloom, B. S. 1956. Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. New York: McKay.

Dahar, Ratna Wilis. 1998. Teori-Teori Belajar. Bandung: Erlangga.

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (terjemahan). Jakarta : Erlangga

Flick, L.B., and Lederman, N.G. 2006. Scientific Inquiry and Nature Of Science. Netherlands: Springer.

Ibrahim, Muslim. 2005. Asesmen Berkelanjutan, Konsep Dasar, Tahapan Pengembangan dan Contoh. Surabaya: UNESA University Press.

Khanafiyah, S. 2010. Penerapan Pendekatan Modified Free Inquiry Sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa Calon Guru Dalam Mengembangkan Jenis Eksperimen dan Pemahaman Terhadap Materi Fisika. Jurnal Berkala Fisika. Vol 13: hal. E7 - E14. 2010.

Kuhlthau, C.C., Maniotes, L.K., & Caspari, A.K. 2007. Guided Inquiry: Learning in the 21st Century. USA: British Library Cataloguing.

Kuswana, W.S. 2012. Taksonomi Kognitif: Perkembangan Ragam Berpikir. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Lawson, Anton E. 1993. Inductive-deductive versus hypothetico-deductive reasoning. Journal of Research in Science Teaching. Hal. 613-614.

Maliyah, Ninik. 2012. Pembelajaran Fisika dengan Inkuiri Terbimbing Melalui Model Eksperimen dan Demonstrasi Diskusi Ditinjau Dari Kemampuan Matematika dan Kemampuan Verbal Siswa. Jurnal inkuiri, (online), vol. 1, No. 3, (http://jurnal.pasca.uns.ac.id).

Minner, Daphne et al. 2009. Inquiry-Based Science Instruction—What Is It and Does It Matter? Results from a Research Synthesis Years 1984 to 2002. Journal of Research in Science Teaching. 21 September 2009.

Mudjiman, Haris. 2006. Belajar Mandiri. Surakarta : UNS Press.

National Research Council, Center for Science, Mathematics, and Engineering Education. 2000. Inquiry and the National Science Education Standards: A Guide for Teaching and Learning. Washington: National Academy Press.

Njoroge, G.N et al. 2014. Effects of Inquiry-Based Teaching Approach on Secondary School Students’ Achievement And Motivation In Physics In Nyeri County, Kenya. International Journal of Academic Research in Education and Review. Vol 2(1): pp. 1-16. January 2014.

Prasetyowati, S. 2014. Pembelajaran Kimia Melalui Inkuiri Terbimbing Dengan Model Eksperimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Laju Reaksi. Surakarta: Prosediy Nasional dan Pendidikan Kimia VI.

Purwanto. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sardiman. 2012. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rahayu, Sri. 2011. Pembelajaran Biologi dengan Model inkuiri terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi dan Sikap Ilmiah Siswa. Tesis (online): Universitas Sebelas Maret.

Serway dan Jewett. 2010. Fisika Untuk Sains dan Teknik Edisi 6 (Terjemahan). Jakarta: Salemba Teknika.

Sudjana. 2005. Model Statistika. Bandung: Tarsito.

Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Syah, Muhibbin. 2005. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tabrani, Rusyan. 1989. Pendekatan Dalam Proses Belajar. Bandung: Remaja Karya.

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Tuckman, Bruce W. 1978. Conducting Educational Research. New York: Harcourt Brace Javanovich.

Winataputra, U.S. 2001. Strategi Belajar Mengajar IPA. Cetakan Kedua. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI.

Yusuf, A. Muri. 2015. Asessment dan Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Pranada Media Group.




DOI: https://doi.org/10.24252/jpf.v8i1.12524

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Gambar terkait

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Published : Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan keguruan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Kampus 2: Jalan H. M. Yasin Limpo No. 36 Samata-Gowa
E-mail: jpf@uin-alauddin.ac.id

 p-ISSN: 2355-5785 | e-ISSN: 2550-0325