IMPLICATIONS LAW ISLAM ON CHILD MARRIAGE IN MINORS DUE TO IN DOTI FOR THE SOCIETY TANAH TOWA VILLAGE, KAJANG DISTRICT BULUKUMBA DISTRICT

Implications Law Islam On Child Marriage In Minors Due To In Doti For The Society Tanah Towa Village, Kajang District Bulukumba District

Authors

  • Meilani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Achmad Musyahid Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Misbahuddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.24252/jdi.v14i1.57783

Keywords:

Child Marriage; Islamic Law; Minors due to in doti; Tanah Towa Village;

Abstract

This thesis examines the implications of Islamic law on underage marriage caused by doti among the people of Tanah Towa Village, Kajang District, Bulukumba Regency. It addresses three main questions: (1) the consequences of child marriage due to doti, (2) community perceptions of such practices, and (3) the implications of Islamic law on underage marriage resulting from doti. This study employs field research with theological-normative and juridical approaches. Data sources include primary, secondary, and tertiary data, collected through observation, interviews, documentation, and literature review. Data analysis is conducted through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that, first, the practice of underage marriage due to doti is generally similar to marriage practices in the Kajang community. Second, community perceptions vary: while many consider it a common cultural practice, others view it as inappropriate because it violates human rights, particularly children’s right to education. Third, from the perspective of Islamic law, although such marriages may be considered legally valid, they violate regulations on minimum marriage age and contradict fundamental principles of marriage in Islam, especially those related to consent, welfare, and protection. This study implies that underage marriage driven by doti limits children’s opportunities and personal development. Therefore, parents and society should allow children greater autonomy in determining their future and be more aware of the negative consequences of forced or premature marriage.

References

Adi, Rianto. Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum. Jakarta: Granit, 2010.

Ahmad, Abd Kadir. Sistem Perkawinan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Makassar: Indobis, 2006.

al-Asqalani, Ibn Hajar. Fathul-Bari Sharah Sahih Al-Bukhari, jus v. Riyadh, Maktabah Darussalam,tt.

Ali, Mohammad Daud. Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Cet. XI; Jakarta: P.T. RajaGrafindo Persada, 2004.

Ali, Muhammad. Fiqih Munakahat Edisi Revisi. Lampung: Laduny Alifatama, 2020.

Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Amiruddin dan Zainal Asikin. Pengantar Metode Penelitian. Cet. II; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.

Anwar, Desy. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia terbaru dilengkapi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Surabaya: Amelia Surabaya, 2002.

Armia. Fikih Munakahat. Medan: Manhaji, 2018.

As-Subki, Ali Yusuf. Fiqih Keluarga (Pedoman Berkeluarga dalam Islam). Jakarta: Amzah, 2010.

Azim, M. Fauzil. Kado Pernikahan untuk Istriku. Yogyakarta: Mitra Pustaka, 1999.

Badan Pusat Statistik. Kecamatan Kajang dalam Angka 2023. Bulukumba: BPS Kabupaten Bulukumba, 2023.

Bagir, Muhammad. Fiqih Praktis II. Bandung: Karisma, 2008.

Bukido, Rosdalina. “Perkawinan di Bawah Umur-Penyebab dan Solusinya, Jurisprudentie 5 No.2 (2018), h.190.

Candra, Mardi. Aspek Perlindungan Anak Indonesia (Analisis tentang Perkawinan di Bawah Umur). Jakarta: Prenadamedia, 2018.

Daradjat, Zakiah. Ilmu Fiqih. Jakarta: Sinar Pustaka, 2003.

Efendi, Satria. Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer (Analisis Yurisprudensi dengan Pendekatan Ushuliyah). Jakarta: Kencana, 2010.

Fatmawati dan Fajar. Logika Pernikahan (Perihal pembebasan perempuan dari subordinasi dan Dominasi kaum laki-laki). Gowa: Alauddin University Press, 2020.

Ghozali, Abdul Rahman. Fiqih Munakahat. Jakarta: Kencana, 2003.

Hafid Erwin, dan Muchlisah. Pengasuhan Anak Usia Dini Dalam Hadis Nabi. Gowa: Alauddin University Press, 2020.

Hafid, Abdul. Ammatoa dalam Kelembagaan Komunitas Adat Kajang. Makassar: Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, 2013.

Hamid, Zahry. Pokok-pokok Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia. Yogyakarta: Binacipta, 1976.

Hanum, Yuspa dan Tukiman. “Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Alat Reproduksi Wanita”, Keluarga Sehat Sejahtera 13 (2015): h.40 .

Haryani, Wiworo dan Idi Setyobroto. Modul Etika Penelitian, Cetakan 1 jurursan kesehatan gigi poltekkes Jakarta1, 2022.

Hosen, Ibrahim. Fiqih Perbandingan Masalah Pernikahan. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2003.

https://ammatoa.com/penjelasan-lengkap-suku-kajang-di-kabupaten-bulukumba/111/ (dikutip tanggal 15 Mei 2023).

https://konsultasisyariah.com/30070-pernikahan-hasil-pelet-pengasihan-wajib-cerai.html (Dikutip tanggal 28 Januari 2024).

https://www.liputan6.com/regional/read/5112383/suku-kajang-bulukumba-makassar-uniknya-kearifan-lokal-serba-hitam (dikutip tanggal 15 Mei 2023)

https://zonabangsa.com/kesaktian-ilmu-doti-suku-kajang-konon-bisa-membuat-seseorang-meninggal-tanpa-di-sentuh-ki-dewa-kusuma/ (dikutip tanggal 10 Mei 2024)

Ilham, Muh Azis, Achmad Musyahid, dan Fatmawati. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Nilai-Nilai dalam Praktik Perkawinan Sayyid diSulawesi Selatan,” Jurnal Al-Qadau Peradilan dan Hukum Keluarga Islam 8, No.2 (2021), h.64.

Ilma, Mughniatul. Regulasi Dispemsasi Dalam Penguatan Aturan Batas Usia Kawin Bagi Anak Pasca UU No 16 Tahun 2019, Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, (Volume 2(2),2020):151.

Imam Hatong (60 Tahun), Imam Desa Tanah Towa, Wawancara, Kajang, 07 Desember 2023.

Intan, Arimuriti dan Ira Nurmala “Analisis Pengetahuain Perempuan Terhadap Perilaku Melakukan Pernikaihan Usia Dini dKecamatan Bondiowoso”. The Indonesian jurnal Public Health 12, no.2 (2017): h. 250.

Irwandi dan Yusuf Setyadi. “Keberagaman Tradisi Perkawinan Masyarakat Suku Kajang dalam Persfektif Filsafat Hukum, Rampai Jurnal Hukum 2, No.1 (2023), h,48.

Ismail (29 Tahun), Ketua Bumdes Galla’ Lombo’ Desa tanah Towa Kecamatan Kajang, Wawancara, Kajang, 07 Desember 2023.

Izzuddin. “Nikah dibawah Umur menurut Pandangan Masyarakat Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang”. Tesis, Jember: Universitas Islam Negeri Kiyai Haji Achmad Siddiq, 2022, h.2.

Juharniati, S.Pd (40 Tahun), Wakil Kepala Sekolah UPT SPF SMPN 21 BULUKUMBA, Wawancara, Kajang, 07 Desember 2023.

Kahar Muslim (65 Tahun), Tokoh Masyarakat Desa Tanah, Wawancara, Bulukumba, 07 Desember 2023.

Maloko, Thahir. Dinamika Hukum dalam Perkawinan. Makassar: Alauddin University Press, 2012.

Misbahuddin, Arba’iyah Ys, Andi Intan Cahyani, Titin sYamuddin, Iwan Zainul Fuad. “Norma”ivim of Islamic Law in the Akkattere Hajj Ritual of south sulawesi’s Ammatoa Community”. Samarah Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam 7, No.1 (2023): h.11.

Mukhlis. “Praktek Perkawinan dibawah umur perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif (studi kasus di desa Akkor kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan)”. Tesis, Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim, 2019, h. 22-23.

Mukhtar, Kamal. Asas-Asas Hukum Islam tentang Perkawinan. Cet.III; Jakarta: Bulan Bintang, 1993.

Munawwar, Akhmad.”Sahnya Perkawinan Menurut Hukum Poitif Yang Berlaku Di Indonesia”, Al’Adl 7, no 13 (2015): h.3.

Musyahid, Achmad. “ Diskursus Maslahah Mursalah Milenial (Tinjauan Filosofis terhadap Konsep Maslahat Imam Malik)”, Mazahibuna Jurnal Perbandingan Madzhab 1, No.2 (2019), h.143.

Musyahid, Achmad. “Sejarah Kodifikasi Hukum Islam dan Pengembangan Teori Hukum Modern”, Jurnal Hukum Diktum 10, No.1 (2012), h.11.

Natsif, Fadli Andi. “Problematika Perkawinan Anak (Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif), Jurnal Al-Qadau Peradilan dan Hukum Keluarga Islam (2018): h.9.

Nazir, Moh. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1998.

Nurhayati. “Restorasi Pencegahan Perkawinan Anak Di Bawah Umur Di Kabupaten Lombok Tengah (Studi Implementasi Pasal 7 Uu No. 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan)”. Tesis, Mataram: Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram, 2021, h. 38.

Ode, La Ismail Ahmad. “Wali Nikah dalam Pemikiran Fuqaha dan Muhadditsin Kontemporer”, Jurnal Al-Ma’Iyyah 8, No.1 (2015), h.42.

Puniman, Ach. “Hukum Perkawinan Menurut Hukum Islam Dan Udang-Undang No. 1 tahun 1974”, Yustitia 19, No.1 (2018): h. 91.

Ridwan, Muhammad Saleh. Perkawinan dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Nasional. Makassar: Alauddin University Press, 2014.

Rofiq,Ahmad. Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998.

Sari, Andi Enri Erna. “Pluralisme Hukum Dalam Tradisi Perkawinan masyarakat Suku Kajang”. Thesis, Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah 2019.

Setiady, Tolib. Intisari Hukum Adat Indonesia: Dalam Kajian Kepustakaan. Bandung: Alfabeta, 2009.

Shihab, Quraish. Pengantin Al-quran (Kalung Permata buat Anak-Anakku). Tangerang: Lentera Hati, 2007.

Simarmata, Agnes Noviany dan Nicka Tri Mulyasari. “Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Akibat dan Implikasi Hukum dari Perkawinan Anak”. Jurnal Dedikasi Hukum 2, No.1 (2022), h. 102.

Sugiarti, Titing dan Kunthi Tridewiyanti. “Implikasi dan Implementasi Pencegahan Perkawinan Anak”. Jurnal Legal Reasoning 4, No.1 (2021), h. 84-85.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta, 2007.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Cet.I; Bandung: Alfabeta, 2010.

Suhartini, Andewi.”Pendidikan Belajar Tuntas: Latar Belakang, Tujuan, dan Implikasi “ 10, no.1 (2010): h. 42-43.

Sumardi, Dedy. “ Islam, Pluralisme Hukum dan Refleksi Masyarakat Homogen”. Junal Asy-Syir’ah 50, no.2 (2016): h.16.

Suntama Putra dkk, Penerepan Prinsip Dasar Etika Penelitian Ilmiah, Jurnal Pendidikan Tambusi Vo.7. No.3 Tahun 2023.

Sutopo H.B., Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret, 2006.

Syahraeni, Andi. Bimbingan Keluarga Sakinah. Makassar: Alauddin University Press, 2013.

Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana, 2006.

Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam, Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana, 2006.

Tihami dan Sohari Sahrani. Fikih Munakahat (Kajian Fikih Nikah Lengkap). Cet, V; Depok: Rajawali Pres, 2018.

Ulfatmi. Keluarga Sakinah (dalam Perspektif Islam studi Terhadap Pasangan yang Berhasil Mempertahankan Keutuhan Perkawinan di Kota Padang). Jakarta: Kementerian Agama RI, 2011.

Usman. dan M.Hisyam, Widjajanti Santoso, Endang Tumurdi, Dwi Purwako. Dinamika Pelaksanaan Syariah “Perkawinan dalam Kontestasi Agama dan Negara”. Jakarta: LIPI Press,2020.

Yusuf, A Muri. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Cet. IV; Jakarta: Kencana, 2017.

Yusuf, Akib. Ammatoa Komunitas Berbaju Hitam. Makassar: Pustaka Refleksi, 2008.

Zainuddin (45 Tahun) Staf Desa Tanah Towa, Wawancara, Kajang, 07 Desember 2023.

Zuhaili, Wahbah. Fiqih Imam Syafi’i 2. Cet.2; Jakarta: Almahira, 2012.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Meilani, Achmad Musyahid, & Misbahuddin. (2026). IMPLICATIONS LAW ISLAM ON CHILD MARRIAGE IN MINORS DUE TO IN DOTI FOR THE SOCIETY TANAH TOWA VILLAGE, KAJANG DISTRICT BULUKUMBA DISTRICT: Implications Law Islam On Child Marriage In Minors Due To In Doti For The Society Tanah Towa Village, Kajang District Bulukumba District. Jurnal Diskursus Islam, 14(1), 101–120. https://doi.org/10.24252/jdi.v14i1.57783