TAFSIR HADIS EKOLOGIS: STUDI ATAS HADIS- HADIS PELESTARIAN ALAM SEBAGAI SINTAS KEBENCANAAN

Authors

  • Bisyri Abdul Karim Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24252/jdi.v14i2.70442

Keywords:

hadis ekologi, Pelestarian alam , Sintas kebencanaan

Abstract

Penelitian ini mengkaji tafsir hadis ekologis: studi atas hadis-hadis pelestarian alam sebagai sintas kebencanaan, untuk mengetahui; (1) pandangan Islam terhadap pelestarian alam dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW; (2) tafsir hadis ekologis dapat menjadi dasar untuk sintas kebencanaan; dan (3)  relevansi hadis ekologis sebagai sintas kebencanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research. Metode analisis yang digunakan adalah content analysis (analisis isi) melalui pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudhū‘ī). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pertama, Islam memandang pelestarian alam sebagai bagian dari misi keberagamaan yang utuh. Hadis-hadis yang mendorong penanaman pohon, pelarangan pencemaran, serta pengelolaan air secara bijak menunjukkan bahwa dimensi ekologis telah hadir kuat dalam warisan kenabian. Kedua, tafsir ekologis terhadap hadis-hadis tersebut membuka ruang penting untuk menjadikannya sebagai dasar konseptual dalam menghadapi bencana. Dalam perspektif ini, pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi bentuk kebaikan moral, tetapi juga strategi mitigasi yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat. Menanam pohon sebagai amal jariyah, menjaga air sebagai hak bersama, dan menghindari kerusakan lingkungan sebagai bentuk larangan agama, semuanya berkontribusi terhadap pengurangan risiko bencana secara nyata. Lebih dari itu, hadis-hadis ekologis juga menyumbang fondasi spiritual bagi kesiapsiagaan bencana. Sikap tawakkal yang dibangun setelah ikhtiar maksimal, dorongan untuk mencegah bahaya sebelum terjadi, serta kepedulian terhadap makhluk lain menjadi modal sosial dan spiritual dalam membangun masyarakat yang resilien. Ketiga, relevansi hadis dalam konteks kebencanaan tidak hanya menguatkan aspek keagamaan umat, tetapi juga menegaskan bahwa nilai-nilai Islam sangat kompatibel dengan pembangunan berkelanjutan. Dalam menghadapi krisis iklim global, warisan hadis ini menjadi sumber inspirasi bagi gerakan ekologis yang berbasis pada etika religius dan kepedulian lintas generasi.

References

Al-Qur’an Al-Karim. (2005). Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.

Abu Dawud, Imam. (1996). Sunan Abi Dawud. Kitab Al-Kharaj wa Al-Imarah wa Al-Fay’. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Downloads

Published

2026-07-19

How to Cite

Karim, B. A. (2026). TAFSIR HADIS EKOLOGIS: STUDI ATAS HADIS- HADIS PELESTARIAN ALAM SEBAGAI SINTAS KEBENCANAAN. Jurnal Diskursus Islam, 14(2), 279–291. https://doi.org/10.24252/jdi.v14i2.70442