MEMAHAMI MAKSUD SYARIAT: ZAHIR, NASH, MAKNA LAFAL DAN MAKNA DI LUAR NASH
MEMAHAMI MAKSUD SYARIAT: ZAHIR, NASH, MAKNA LAFAL DAN MAKNA DI LUAR NASH
DOI:
https://doi.org/10.24252/jdi.v14i2.63735Keywords:
zahir;, nash;, makna lafal;, makna diluar nash;Abstract
Kajian terhadap relasi antara lafaz dan makna dalam ushul fikih merupakan fondasi penting dalam memahami maksud syariat secara tepat, terutama saat teks-teks syar’i dihadapkan pada dinamika sosial dan perubahan konteks hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis konsep zahir, nash, makna lafal (dilālah al-‘ibārah dan dilālah al-isyarah), makna di luar nash (termasuk iqtidhā’ al-nash, mafhūm al-muwāfaqah, dan mafhūm al-mukhālafah). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah sumber-sumber klasik dan kontemporer dalam ushul fikih dan tafsir. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap kategori lafaz memiliki peran distingtif dalam penetapan hukum, baik dalam konteks makna tersurat maupun makna tersirat. Analisis menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap struktur linguistik dan metode penunjukan makna mampu memperkaya proses istinbath hukum, mempersempit potensi kekeliruan dalam memahami teks, serta mempermudah proses adaptasi hukum terhadap realitas modern. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi antara pendekatan linguistik dan metodologi ushul fikih merupakan prasyarat dalam mencapai pemahaman syariat yang komprehensif dan responsif
References
N. Alisa, A. Abubakar, H. Basri, M. Azka, dan F. Rif’ah, “Keharaman Riba dalam Al-
Qur’an dan Implikasi terhadap Perekonomian: Kajian Surah Al-Baqarah Ayat 275–276,” Adl Islamic Economic: Jurnal Kajian Ekonomi Islam, Vol. 4, No. 2 (2023).
M. Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an (Yogyakarta: PT Dana Bhakti Prima, 1998).
Eva Ardial, “Konsep Hubungan Lafaz dan Makna,” Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan,
Vol. 1, No. 1 (2016): 1–19.
Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta: Pustaka
Jaya Ilmu, 2019).
‘Abd al-Wahhab Khallaf, Ilmu Ushul Fikih (Kairo: Dar al-Qalam, 1977).
S. Labaso’ dan R. Hestiana, “Pendekatan Linguistik dalam Pengkajian Islam,” Pekerti:
Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti, Vol. 5, No. 1 (2023), https://doi.org/10.58194/pekerti.v5i1.3351
N. Mahmudah dan N. Dela Oktora, “Relasi antara Lafaz-Lafaz dalam Ushul Fiqh
dengan Problematika Hukum Keluarga,” Syakhsiyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 2, No. 2 (2022).
Misbahuddin, Ushul Fiqh II (Makassar: Alauddin University Press, 2015).
A. Miswanto, Ushul Fiqh: Metode Ijtihad Hukum Islam (Magelang: Unimma Press,
2019).
Romli, Studi Perbandingan Ushul Fiqh (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014).
F. A. Siregar, “Formulasi Hukum Islam: Suatu Kajian Implikasi Lafaz Wadih dan
Mubham,” El-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial, Vol. 4, No. 2 (2018).
S. E. M. Zein, Ushul Fiqh (Jakarta: Prenadamedia Group, 2019).
Asmawi, Perbandingan Ushul Fiqh (Jakarta: Amzah, 2011).
Muhammad al-Khudhori Biek, Terjemah Ushul Fiqh, terj. Zaid H. al-Hamid
(Pekalongan: Raja Murah, t.th.).
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta: Yayasan Penyelenggara
dan Penterjemah Al-Qur’an, 1994).
Satria Effendi dan M. Zein, Ushul Fiqh, Cet. I (Jakarta: Prenada Media, 2005).
La Jamaa, “Dimensi Ilahi dan Dimensi Insani dalam Maqasid al-Syari‘ah,” Asy-Syir‘ah,
Vol. 45, No. 2 (Juli–Desember 2011).
La Jamaa, “Konsep Ta‘abbudi dan Ta‘aqquli dan Implikasinya terhadap Perkembangan
Hukum Islam,” Asy-Syir‘ah, Vol. 47, No. 1 (Juni 2013).
A. Jazuli, Ushul Fiqh: Metodologi Hukum Islam, Cet. I (Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada, 2000).
Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh, Jilid II (Jakarta: Kencana, 2008).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arfah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3)Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





