JUDICIAL CONSIDERATIONS REGARDING A FATHER’S FAILURE TO PROVIDE CHILD SUPPORT AT THE MAKASSAR CLASS 1A RELIGIOUS COURT (Study of Judgment No. 2597/Pdt.G/2021/PA.Mks.)
DOI:
https://doi.org/10.24252/jdi.v14i1.68880Keywords:
Child maintenance, Father's negligence, Judicial consideration, Religious Court decisionAbstract
The main issue of this research is how judges consider the negligence of a father in providing child support at the Religious Court of Makassar Class 1A (Case Study No. 2597/Pdt.G/2021/PA.Mks.). This qualitative study employs theological-normative and juridical-formal approaches. Data sources include judges and registrars of the Religious Court, as well as the case decision document. The results indicate that the father's negligence was influenced by religious, economic, social, and psychological factors. The father failed to provide financial support for seven years (2014–2021). The panel of judges applied juridical and non-juridical approaches, taking into account the views of the Shafi'i, Hanbali, and Maliki schools of thought, and ordered the father to pay IDR 500,000 per month for seven years (total IDR 42,000,000) plus ongoing support until the child reaches age 21.
References
Al Husni, “Eksistensi Risalah Al-Qadha Umar bin Khattab dan Relevansinya dengan Peradilan Agama di Indonesia Pada Era Reformasi,” Jurnal Al-Risalah JISH, Vol. 13 No. 1, (2013).
Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Kitab Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal (cet. 1; Mesir: Muassasah Ar-Risalah, 2001).
Amalia, Luluk, "Implementasi Hak Anak dan Nafkah Pasca Perceraian" (Lampung: Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung, 2019).
Andini, Nora, "Sanksi Hukum Bagi Ayah Yang Tidak Melaksanakan Kewajiban Nafkah Terhadap Anak Pasca Perceraian," UINFAS Bengkulu Journal Islamic Law Review Vol. 3, No. 1 (2019).
Andriani, Dewi Sri, dkk. Perlindungan Hukum Hakim terhadap Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian dalam Perspektif Hakim Pengadilan Agama Sungguminasa (Studi atas Putusan Nomor 22/Pdt.G/2021/PA.Sgm) Qadauna, Vol. 3, No. 1 (2021).
Ashri, Moh., Hakim Pengadilan Agama Makassar, wawancara, Makassar, 28 Februari 2025.
Asni, Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Hukum Indonesia (Pendekatan Integratif), (Alauddin University Press 2020).
Chazawi, Adami, Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007).
Dahlan, Abdul Aziz, Dkk, Ensiklopedi Hukum Islam (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997).
Dali, Silfana, "Pandangan Hakim Pengadilan Agama Terhadap Kelalaian Nafkah Anak Pasca Percerian" (Manado: Fakultas Syariah, Institut Islam Negeri Manado, 2020).
Damopoli, Muljono, dkk. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Gowa: Alauddin University Press, 2023), h.19.Darmadi, Sagung Mas Yudiantari, “Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Pidana Bersyarat” Advokasi Judicial Review Vol. 8, no. 2 (2018).
Darmadi, Sagung Mas Yudiantari, “Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Pidana Bersyarat” Advokasi Judicial Review Vol. 8, no. 2 (2018).
Devy, Soraya dan Doni Muliadi, "Pertimbangan Hakim Dalam Menetapkan Nafkah Anak Pasca Perceraian" (Banda Aceh: Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, 2019).
Dewangsa, Denis Candra, “Studi Analisis Komparatif Pendapat Imam Mazhab Tentang Standar Pemberian Nafkah Kepada Istri di Era Modern.” Skripsi. Program Studi Hukum Keluarga Islam, UIN Raden Intan Lampung, 2019.
Ghazaly, Abd rahman. Fiqih Munakahat (Jakarta: Prenada Media, 2013).
Hamang, Nasri, “Beberapa Upaya Hukum bagi Hakim dalam Sidang Pengadilan dalam Rangka Putusan dan Penetapan Hukum yang Adil Menurut Syariat Islam (Perspektif Hadis Nabi Saw.)” Al-Syir’ah Islamic Law Review Vol. 1, No. 2 (2016).
Haryani, Wiworo, dan Idi Setyobroto, Modul Etika Penelitian, (Jakarta: Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Jakarta I, 2022).
Al Husni, “Eksistensi Risalah Al-Qadha Umar bin Khattab dan Relevansinya dengan Peradilan Agama di Indonesia Pada Era Reformasi,” Jurnal Al-Risalah JISH, Vol. 13 No. 1, (2013).
Idrus, Achmad Musyahid, “Pengabaian Hak Terhadap Mantan Istri dan Anak Pasca Perceraian di Kota Makasar Kajian Filsafat Hukum Islam.” Jurnal Al-Qadau Vol. 10 No. 1. (2023).
Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Kitab Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal (cet. 1; Mesir: Muassasah Ar-Risalah, 2001).
Imran, Panitera Pengadilan Agama Makassar, wawancara, Makassar, 19 Maret 2025.
Imron, Ali, "Nafkah dan Implikasinya Terhadap Sistem Hukum Keluarga (Studi Pergeseran Peran dan Tanggungjawab Suami Istri di Rumah Tangga yang Istri Bekerja) (Semarang: IAIN Walisongo Semarang, 2014).
Isnantiana, Nur Iftitah, “Legal Reasoning Hakim dalam Pengambilan Putusan Perkara di Pengadilan” Islamadina Law review Vol. 18, no. 2 (2017).
Kappaja, Ismail, Tokoh Agama Kecamatan Manggala, wawancara, Makassar, 21 April 2025.
Kasanah, Sartika Novi Ana Mishbakul, “Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian (Studi Putusan Nomor 5/Pdt.G/2020/PA.Kab.Mn)” (Jawa Timur: Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2023).
Kementerian Agama R.I., Al-Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta, edisi penyempurnaan, 2019).
Kementerian Keuangan R.I., “Pasal 13 ayat (2) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman,” https://jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/2009/48TAHUN2009UU.htm (26 Juni 2024).
Malik, Abd. “Prinsip-Prinsip Peradilan dalam Risalah Al-Qadha Umar Bin Khattab,” Jurnal Al-Risalah JISH, Vol. 13 No. 1, (2018).
Mubarak, Husni, Tokoh Masyarakat Perwakilan Nahdlatul Ulama, wawancara, Makassar, 4 Mei 2025.
Muhammad bin Ismail Abu Abdillah al-Bukhari al-Jufri, Kitab Shahih Bukhari. Cet. 1; Beirut: Dar Tuq An-Najah, 2021.
Munawwar, dkk. "Analisis dalam Proses Pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja Perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan" UISU Islamic Law Review Vol. 3, No. 2 (2021).
Nurhadi dan Alfian Qodri Azizi. "Filosofis Kewajiban Nafkah Anak dalam UUP Islam Indonesia" Al-Azhar Islamic Law Review Vol. 1, No. 2 (2019).
Oktalita, Frina dan Nur Avita, “Substansi dan Relevansi Nafkah Keluarga dalam Perundang-undangan Hukum Keluarga Islam (Analisis Struktural Fungsional)” Journal of Islamic Family Law Vol. 4, No. 1 (2023).
Pengadilan Agama Makassar, “Alamat Pengadilan Agama Makassar,” Official Website Pengadilan Agama Makassar, https://www.pa-makassar.go.id/tentang-pengadilan/profile-pengadilan/alamat-pengadilan (29 Desember 2023).
Pengadilan Agama Muara Teweh, Official Website Pengadilan Agama Muara Teweh, https://pa-muarateweh.go.id/ (29 Desember 2023).
Pengadilan Agama Kota Cimahi kelas 1A, “Hak-Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian”, Official Website Pengadilan Agama Kota Cimahi kelas 1A, https://pa-cimahi.go.id/layanann-hukum/hak-hak-perempuan-dan-anak-pasca-perceraian (18 februari 2025).
Pengadilan Agama Padang, “Tahap-Tahap dalam Membuat Putusan,” Official Website Pengadilan Agama Padang, https://pa-padang.go.id/tahap-tahap-dalam-membuat-putusan/ (25 Juni 2024).
Pitriani dan Syamsul Bahri, “Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian Menurut Undang-Undang Perkawinan dan Hukum Adat” Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5, no. 1 (2025).
Pramesti, Tri Jaya Ayu. “Kewajiban Ayah dan Sanksinya Jika Menelantarkan Anak,” Hukum Online.com, 10 Juni 2022. https://www.hukumonline.com/klinik/a/kewajiban-ayah-dan-sanksinya-jika-menelantarkan-anak-lt4c59424b1aaf9 (8 Februari 2023).
Putusan Pengadilan Tingkat I, No.893/Pdt.G/2020/PA.Mks.
Putusan Pengadilan Tingkat I, No.2597/Pdt.G/2021/PA.Mks.
Sabiq, Sayyid. Fiqih Sunnah, 2nd edn (Jakarta: : Pena Pundi Akara, 2007).
Sahril, Tokoh Masyarakat Perwakilan Muhammadiyah, wawancara, Makassar, 6 Mei 2025.
Sembiring, Tamaulina Br., dll., Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori dan Praktik), (Karawang: Saba Jaya Publisher, 2023).
Shihab, Muhammad Quraish. Tafsir Al-Mishbah (Jakarta: Lentera Hati, 2008).
Solihin, Rohmad Agus. “Perlindungan terhadap Pemenuhan Nafkah Anak dalam Pelaksanaan Putusan Perceraian di Pengadilan Agama” Journal of Law and Islamic Law Vol. 2, No. 1 (2020).
Strauss, Anselm dan Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, Tata Langkah dan Teknik-Teknik Teoritisasi Data, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003).
Subaidi. “Konsep Nafkah Menurut Hukum Perkawinan Islam” Uinsu Islamic Law Vol. 1, No. 2 (2014).
Sudjana, Nana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2013), h. 12.Subaidi. “Konsep Nafkah Menurut Hukum Perkawinan Islam” Uinsu Islamic Law Vol. 1, No. 2 (2014).
Suleman, Frangky, “Pandangan Hakim Terhadap Kelalaian Nafkah Anak Pasca Perceraian Di Pengadilan Agama Tondano” Journal of Islamic Family Law Vol. 1, No. 1 (2021).
Syahr, Zulfia Hanum Alfi, “Waiat Wajibah Sebagai Wujud Penyelesaian Perkara Waris Beda Agama dalam Perkembangan Sosial Masyarakat,” Syekh Nurjati Law Review Vol. 1, No. 2 (2016).
Syaidun. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Nafkah Keluarga dari Istri yang Bekerja” Al-Mabsut Islamic Social Review Vol. 13, No. 1 (2019).
Talli, Halim, Asas-asas Peradilan dalam Risalah Al-Qada: Kritik terhadap Asas Kebenaran Formil, Hakim bersifat Pasif, dan Putusan Hakim tidak Harus disertai Keyakinan.
Toharudin, Moh. Penelitian Tindakan Kelas Teori dan Aplikasinya untuk Pendidik yang Profesional (Klaten: Penerbit Lakeisha, 2019).
Ungel, Jamhuri dkk. “Pengabaian Nafkah dalam Proses Perceraian di Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah” El-Usrah Islamic Law Review Vol. 2, no. 1 (2019).
Wardoyo, Dwi Urip, dkk.,“Kerangka Konseptual dalam Akuntansi,” Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, Vol. 2 No. 4, (2023).
Watiniyah, Ibnu dan Ummu Ali, Hadiah Pernikahan Terindah Menuju Sakinah Mawaddah Wa Rahmah, (Jakarta: Kaysa Media, 2015).
Widodo, Slamet, dll., Buku Ajar Metodologi Penelitian, (Pangkal Pinang: Science Techno Direct, 2023),
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wihdatul Nisa, Hamzah Hasan, Asni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3)Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





